Berita Utama

Maulid Nabi di Istana Negara

Kita Perlu Teladani Nabi Muhammad dari Waktu ke Waktu

Presiden SBY, Wapres JK dan Ibu Mufidah JK hadir pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Istana Negara, Senin (24/3) malam. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY, Wapres JK dan Ibu Mufidah JK hadir pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Istana Negara, Senin (24/3) malam. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Wakil Presiden M.Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah JK, Senin (24/3) malam menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Istana Negara Jakarta. Peringatan Maulid yang diperingati tiap tahun ini, menurut Presiden, karena ada nilai dan pelajaran besar dari kepemimpinan Rasulullah. "Antara lain sifat belaiu yang sabar, tegar, tawakkal dan bertanggung jawab," kata Presiden. Acara ini diawali pembacaan ayat suci Al’quran yang dibacakan Ervan, juara I seleksi nasional terbatas tilawatil Qur’an.

Menurut Presiden, manusia amat kecil dihadapan Allah SWT. "Kita semua juga masih jauh dari apa yang dimiliki dan dilakukan Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu kita perlu terus meyempurnakan kepribadian kita, dari hari ke hari dan dari waktu ke waktu, kita perlu terus berupaya meneladani apa yang telah dilaksanakan Rasullullah," kata Presiden.

Sebelumnya, Prof. Abdul Djamil MA yang membawakan ceramah Maulid antara lain mengatakan, spirit yang diperlihatkan oleh Rasulullah dalam bentuk kesungguhan menghadapi pahit getirnya hidup di awal masa perjuangan, dapat dijadikan sebagai inspirasi dan elan vital untuk berbuat yang terbaik tatkala berhadapan dengan masalah bersama seperti musibah yang datang silih berganti, egoisme sektoral, pelanggaran hukum, ketidak-pedulian pada kepatutan sosial, kecerobohan terhadap lingkungan dan lain-lain, kata Abdul Djamil, Rektor IAIN Walisongo Semarang.

Sementara itu, Menag Maftuh Basyuni pada sambutannya mengharapkan agar peringatan Maulid Nabi Muhammad ini bisa dijadikan cerminan untuk menatap rangkaian sejarah yang telah memainkan peranan penting, bagaimana Rasulullah memajukan umat dalam bidang sosial, ekonomi, dan sebagai pendorong bagi pembinaan nilai-nilai spritual, moral dan kebudayaan yang islami.

Acara ini dihadiri antara lain, sebahagian besar menteri Kabinet Indonesia bersatu, Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita, Perwakilan negara sahabat, Dewan Pertimbangan Presiden dan Jubir Presiden, Andi Mallarangeng. (win)