Berita Utama

Mendiknas:

Pendidikan Perwira TNI Kini Jadi 4 Tahun

Presiden SBY memimpin ratas  khusus mengenai pendidikan di bidang pertahanan dan keamanan di Kantor Kepresidenan, hari Selasa (25/3)  siang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY memimpin ratas khusus mengenai pendidikan di bidang pertahanan dan keamanan di Kantor Kepresidenan, hari Selasa (25/3) siang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Dalam bidang pendidikan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memiliki cita-cita agar Indonesia segera memiliki sebuah institusi pendidikan pertahanan yang berstandar dunia setara S2. Sekarang ini dunia pendidikan Indonesia telah memiliki institusi seperti Lemhanas, namun itu adalah insitusi di bidang ketahanan bukan pertahanan. Sementara itu Sesko-sesko yang ada sekarang ini juga belum memenuhi standar sesuai yang dicita-citakan Presiden SBY.

Demikian disampaikan Mendiknas Bambang Sudibyo usai mengikuti ratas tentang pendidikan di Kantor Presiden, Selasa (25/3) siang. ”Presiden memberikan pengarahan untuk segera dijabarkan adanya lembaga pendidikan baru yang merupakan kolaborasi antar lembaga-lembaga pendidikan militer yang sekarang sudah ada dengan perguruan tinggi berstandar dunia yang telah kita miliki. Sekarang sudah ada enam perguruan tinggi berkelas dunia menurut Time High Education yang sesuai urutannya dari peringkat terakhir adalah UGM, ITB, UI, Undip, Unair, dan IPB. Enam ini akan kita persiapkan untuk mendukung ide Presiden tadi, berkolaborasi dengan pendidikan TNI dan Polri yang sekarang ini sudah ada,” jelas Bambang.

Dari sisi dunia pendidikan, menurut Bambang, ini adalah sebuah peluang karena sangat gayung bersambut dengan demam lingkungan pendidikan untuk memiliki perguruan tinggi berkelas dunia. Sebuah peluang baru yang belum pernah ada di negara lain untuk menciptakan suatu standar baru dalam pendidikan pertahanan. ”Pendidikan ini derajatnya adalah S2 dan harus dicari degree granting institusionnya, lembaga yang berhak memberikan gelarnya karena ini sudah ada aturan, Undang-undang, PP dan sebagainya,” lanjutnya.

”Pendidikan ini nanti bersifat multidisipliner. Ada mata kuliah kemiliteran, sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi yang paling mutakhir serta lebih menampilkan keunggulan SDMnya daripada misalnya saja kampusnya. Dari sisi peserta didiknya nanti akan ada dari kalangan militer, kalangan diplomat, akademisi, atau lingkungan sipil lainnya yang memang tertarik pada bidang pertahanan. Presiden memberikan pengarahan agar dalam waktu dekat hal ini agar segera dirumuskan,” Bambang menambahkan.

”Kedua, Panglima TNI melapor kepada Presiden bahwa pendidikan perwira TNI atau Taruna tidak lagi tiga tahun, tetapi menjadi empat tahun. Di Polri hal seperti itu sudah terjadi dan itu sangat sesuai dengan Undang-undang Diknas. Dengan adanya perubahan itu maka ini memberikan peluang baru bagi lulusan akademi TNI itu, karena setelah mereka lulus kemudian dapat mengambil berbagai macam program S2 yang ditawarkan perguruan tinggi. Hal ini sangat bagus dan tidak terlalu sulit untuk mengimplementasikannya karena tinggal menambah pendidikan di akademi TNI saja,” ujar Mendiknas.

Nampak hadir Menko Polhukkam Widodo A.S., Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mendiknas Bambang Sudibyo. Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, Kapolri Jenderal Polisi Sutanto, Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Agustadi sasongko Purnomo, Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Sumardjono, Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Subandrio, Mensesneg Hatta Rajasa, dan Seskab Sudi Silalahi. (osa)