Berita Utama

Presiden Buka Munas APINDO VIII

Dunia Usaha dan Buruh Harus Bersinergi

Presiden SBY, didampingi Menakertrans dan Ketua Kadin, berbincang dengan peserta Munas APINDO, di Istana Negara, Rabu (26/3) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY, didampingi Menakertrans dan Ketua Kadin, berbincang dengan peserta Munas APINDO, di Istana Negara, Rabu (26/3) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka secara resmi Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) VIII di Istana Negara, Rabu (26/3) pagi. Munas APINDO VIII ini mengambil tema “Peran APINDO dalam Menciptakan Investasi di Indonesia”.

Dalam laporannya Ketua Umum APINDO Sofyan Wanandi menjelaskan, APINDO berusaha untuk mengubah paradigma lama yang mengkotak-kotakan hubungan pengusaha dan buruh menjadi hubungan saling membutuhkan antara keduanya. “Tanpa pengusaha, buruh tidak ada. Sebaliknya tanpa buruh, pengusaha juga tidak ada. Sehingga pengusaha dan buruh bisa bekerjasama untuk membantu kemajuan bangsa yang kita cintai,” kata Sofyan. “APINDO juga memohon bantuan Presiden untuk mempercepat undang-undang, pengembangan infrastruktur, dan kondisi untuk kembali bersama-sama bersatu membangun negara,” lanjutnya.

Kepada para peserta Munas yang datang dari seluruh tanah air, Presiden SBY mengucapkan selamat datang. Bagi Presiden SBY ini adalah kesempatan yang baik untuk mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada semua pelaku dunia usaha yang terus gigih berjuang, ikut jatuh bangun bersama pasang surutnya perekonomian nasional Indonesia. “Alhamdulillah dengan ketegaran, keuletan, dan kebersamaan kita, satu demi satu kita dapat menyelematkan masalah meskipun masih banyak masalah di depan kita. Saya juga berterimakasih kepada APINDO dan Kadin yang juga terus melakukan inovasi dan terus mencari peluang untuk menggerakkan sektor riil, membangkitkan kembali dunia usaha, dan menumbuhkan ekonomi Indonesia,” tambah SBY.

Tema Munas APINDO VIII ini, menurut Presiden SBY, kalau direalisasikan dapat memecahkan banyak hal. “Memecahkan pengangguran, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan investasi di Indonesia. Meskipun saudara bisa saja berinvestasi di negara lain tapi kalau investasi itu lebih banyak dilakukan di Indonesia, pahalanya tinggi sekali,” seru SBY disambut tawa lebih kurang 400 undangan. “Rakyat akan senang, demikian juga saya yang sedang mengemban amanah,” tambahnya.

“Kalau kemitraan antara dunia usaha dengan dunia perburuhan berjalan dengan baik, maka semua akan mendapatkan manfaat dan keuntungan yang tinggi. Karena tenaga kerja akan dapat ditingkatkan kesejahteraannya, dunia usaha akan tumbuh. Kalau dunia usaha tumbuh, akan lebih banyak lagi tercipta lapangan pekerjaan sehingga yang menganggur bisa bekerja,” jelas Presiden. ”Dengan usaha tumbuh, pajak yang dibayarkan kepada negara lebih besar. Dengan pajak, insya Allah kami bisa mengelola APBN dengan lebih baik lagi untuk membantu pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan yang miskin,” terangnya.

“Semboyan no PHK dalam Munas ini sangat baik. Setiap ada PHK saya tidak bisa tidur. Di depan Istana sudah siap yang berunjuk rasa. SMS mengalir dan PO BOX 9949 kebanjiran. Sedih saya. Sehingga saya berterimakasih kalau ada tekad untuk jangan sampai ada PHK. Sebaliknya, agar tidak ada PHK, agar perusahaan tidak ambruk, pekerja-pekerja harus produktif, disiplin, dan bisa menyelesaikan masalah tanpa kekerasan,” ingat Presiden SBY.

Hadir dalam acara tersebut, antara lain, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno, Mendag Mari E. Pangestu, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, dan Ketua Kadin MS Hidayat. (osa)