Berita Utama
Kamis, 27 Maret 2008, 11:15:08 WIB
Presiden Buka Rakernas Dephut 2008
Presiden SBY membuka Rakernas Departemen Kehutanan 2008, didampingi Menhut MS Ka`ban, di Istana Negara, Kamis (27/3) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Menurut Menteri Kehutanan MS Ka’ban, Rakernas diikuti para eselon satu dan dua, kepala dinas provinsi, serta utusan-utusan kerja yang bekerjasama dengan Dephut. ”Rakernas ini adalah sebagai forum koordinasi dalam pelaksanaan pembangunan kehutanan,” Ka’ban menjelaskan. ”Departemen Kehutanan melalui program-programnya juga melibatkan masyarakat luas untuk ikut berpartisipasi. Kami berharap melalui kegiatan seperti itu masyarakat akan terus berpartisipasi aktif dan peduli dengan lingkungannya,” ia menambahkan.
Beberapa kesepakatan telah ditandatangani Dephut, diantaranya dengan negara-negara pengimpor hasil hutan, yaitu Korea Selatan, Jepang, dan Inggris. ”Kerjasama ini sangat penting agar negara-negara konsumen kayu tidak menerima kayu-kayu ilegal yang berasal dari Indonesia. Dengan demikian diharapkan pasar kayu ilegal akan semakin sempit serta kegiatan penebangan dan penjualan kayu akan semakin berkurang,” kata Ka’ban.
Sementara itu, Presiden SBY mengajak masyarakat untuk merenungkan dalam hati dan pikiran tentang betapa penting dan strategisnya sektor kehutanan. ”Hutan adalah sumber kehidupan. Sumber daya hutan apabila dikelola dengan benar akan memberikan sumbangan bagi ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” ujar SBY.
Hutan, lanjut Presiden SBY, terkait dengan kehidupan kita, terutama menyangkut keselamatan dan kelestarian lingkungan. “Bayangkan akibat keteledoran dan kecerobohan kita mengelola hutan, jawabannya adalah banjir bandang dan tanah longsor yang korbannya banyak,” Presiden SBY mengingatkan.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden SBY memberikan sembilan instruksi dan ajakan kepada jajaran kehutan dan masyarakat luas. Instruksi dan ajakan tersebut adalah pembangunan sumber daya hutan yang memberikan manfaat nyata kepada negara dan rakyat, ekonomi lingkungan, dan kelestarian sumber air. Kemudian cegah banjir dan tanah longsor, cegah kebakaran hutan, berantas kejahatan kehutanan, good governance, membantu rakyat di dalam dan sekitar area hutan, serta penghijauan.
Turut hadir dalam acara pembukaan Rakernas Dephut 2008 ini, antara lain, Menko Polhukkam Widodo AS, Menko Perekonomian Boediono, Meneg LH Rachmat Witoelar, dan Mensesneg Hatta Rajasa. (osa)



