Berita Utama
Jumat, 28 Maret 2008, 18:47:00 WIB
Dialog dengan Tokoh dan Pakar Ekonomi
Presiden Cari Masukkan untuk Calon Gubernur BI
Presiden SBY menerima Gubernur BI Burhanuddin Abdullah dan para pakar serta pengamat ekonomi, di Kantor Presiden, Jumat (28/3) sore. (foto: haryanto/presidensby.info)
Mereka yang diundang tersebut, antara lain, Gubernur BI yang sekarang menjabat, Burhanuddin Abdullah, mantan Gubernur BI, Adrianus Mooy dan Arifin Siregar, tokoh-tokoh perguruan tinggi, pemimpin redaksi, para pengamat, dan pengusaha terkemuka. "Semuanya memberikan masukan-masukan yang sangat produktif dalam dialog tersebut," Mensesneg Hatta Rajasa menjelaskan, usai pertemuan.
“Semua mengapresiasi sangat tiinggi undangan Bapak Presiden itu. Baik para pengamat, pemimpin redaksi, dan merupakan bagian daripada apa yang disebut undang-undang bagian dari mendengarkan aspirasi masyarakat. Meskipun Presiden juga memiliki berbagai macam media untuk melakukan komunikasi dengan masyarakat,” jelas Mensesneg Hatta.
Dari pembicaraan tersebut, kata Hatta, para tokoh banyak menyampaikan soal kriteria calon Gubernur BI. "Kriteria-kriteria tersebut tentu yang normatif, sesuai undang-undang. Beberapa hal yang terkait dengan integritas, kapabilitas, dan akseptibilitas calon," Hatta menjelaskan. Kriteria-kriteria tersebut nantinya digunakan Presiden untuk mengajukan calon. Kepada para tokoh tersebut, lanjut Hatta, Presiden SBY menyampaikan satu atau dua lermbar pemikirannya. "Ini merupakan bagian dari komunikasi Presiden dengan masyarakat,” Hatta menambahkan.
Beberapa tokoh menyebut nama calon Gubernur BI, beberapa lainnya hanya menyebut kriteria. Semua masukan ditanggapi positif oleh Presiden SBY. Para tokoh itu sepakat, bahwa calon Gubernur BI mendatang harus memiliki leadership untuk mengangkat kembali demoralisasi yang terjadi di Bank Indonesia. "Tidak dibicarakan sama sekali apakah harus orang dalam atau orang luar. Yang paling penting adalah integritasnya,” Hatta menuturkan. Dan Presiden akan memasukkan nama tersebut kepada DPR, minggu depan, menjelang masa reses,” tambahnya.
Pada pertemuan tersebut hadir Menko Perekonomian Boediono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Mensesneg Hatta Rajasa, Kepala Bappenas Paskah Suzetta, dan dua Jubir Presiden, Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (nnf)



