Berita Utama

Presiden Hadiri Peringatan Nyepi

Presiden SBY dan Ibu Ani menghadiri Peringatan Dharma Santi Nasional Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1930, Sabtu (29/3) sore, di Mabes TNI, Jakarta. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani menghadiri Peringatan Dharma Santi Nasional Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1930, Sabtu (29/3) sore, di Mabes TNI, Jakarta. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, menghadiri acara Peringatan Dharma Santi Nasional Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1930, Sabtu (29/3) sore. Tiga ribu umat Hindu di Jakarta dan sekitarnya hadir di dalam acara terakhir dalam rangkaian Hari Nyepi dan Tahun Baru Saka 1930 yang diselenggarakan di GOR Ahmad Yani, kompleks Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Selain Presiden SBY, Wakil Presiden Jusuf Kalla, sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, pemimpin lembaga tinggi negara, duta-duta besar negara sahabat dan para tokoh agama serta Gubernur Bali Dewa Made Beratha dan Wakil Gubernur Alit Kesuma Kelakan hadir di dalam acara ini.

Tema besar perayaan Nyepi tahun ini adalah "Melalui Perayaan Nyepi, Kita Perkokoh Kebersamaan Menuju Kerahayuan Jagat Dengan Memelihara Keseimbangan Alam dan Lingkungan". Tema ini sesuai dengan semangat konferensi PBB tentang perubahan iklim di Nusa Dua, Bali, Desember 2007. Tema ini juga sesuai dengan makna perayaan Nyepi yang menekankan pentingnya hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Ketua Pelaksanaan Perayaan Nyepi Nasional 2008, AA Ngurah Wirawan, menjelaskan tema ini dipilih untuk menekankan pentingnya manusia bersikap bijaksana dalam mengelola hubungan dengan alam. "Alam sekarang marah, banyaknya bencana seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan tak bisa dilepaskan dari fenomena perubahan iklim global belakangan ini. Semua gejala itu menegaskan pentingnya kembali bersahabat dengan alam," kata Ngurah Wirawan.

Menurut Presiden SBY, tema yang dipilih oleh panitia Dharma Santi sangat tepat, relevan dan sesuai dengan yang dihadapi seluruh umat manusia. "Kita mengetahui bahwa saudara-saudara kita melakukan serangkaian kegiatan yang bersikap reflektif, melaksanakan upawase dan lain-lainnya, yang merupakan perenungan, refleksi diri,” ujar SBY.

Hikmah nyepi, lanjut SBY, patut dilakukan tak oleh umat Hindu, tetapi juga semua orang. “Manakala selesai melakukan introspeksi, kita harus memetik hikmah. Seperti umat Islam yang puasa, maka kita menahan haus, lapar, menjaga tutur kata, menjauhi perbuatan tercela. Bukan hanya dilakukan pada saat ibadah itu saja, namun harus dilakukan sepanjang hidup. Dengan demikian kehidupan jadi harmonis, penuh kasih sayang dan cinta mencintai, karena kita berangkat dari hati yang bersih, tutur kata yang baik, perilaku yang bijak," jelas Presiden SBY.

Kedatangan Presiden beserta Ibu Negara disambut oleh tari Rebong Puspamekar, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Sloka Suci Weda oleh Wayan Eka Dharmayanti dan Ni Kadek Doris Mahayanti.

Drama kolosal mengenai "Kidung Dharma Dalam Kehidupan" juga ditampilkan di dalam acara perayaan Dharma Santi Nasional ini. Drama ini menceritakan tentang pentingnya Nyepi sebagai kegiatan untuk membersihkan diri dari secara lahir dan batin untuk melawan hawa nafsu.

Acara Dharma Santi nasional ini diakhiri dengan pemberian ucapan selamat kepada seluruh umat dan panitia. Presiden beserta rombongan pergi meninggalkan lokasi pada pukul 18.10 WIB. (mit)