Berita Utama

Presiden Membuka Rapimnas Kadin

Sudah Saatnya Kita Kembangkan Pasar Domestik

Presiden SBY memukul gong sebagai tanda dibukanya Rapimnas KADIN, di Jakarta Convention Center, Senin (31/3) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY memukul gong sebagai tanda dibukanya Rapimnas KADIN, di Jakarta Convention Center, Senin (31/3) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (31/3) pukul 10.00 WIB, menghadiri sekaligus membuka Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang berlangsung 31 Maret hingga 1 April 2008, di Jakarta Convention Center (JCC). Kita harus mulai mengembangkan pasar domestik, kata Presiden dalam sambutannya.

Presiden SBY mengatakan bahwa 10 tahun bangsa Indonesia telah melakukan reformasi, melakukan pembangunan ekonomi pasca krisis. Untuk kita terus melakukan kontemplasi, refleksi, atau perenungan. "Kalau kita jujur semua tahun demi tahun atas kerjasama dan perjuangan kita ekonomi kita terus bergerak maju. Benar masih banyak tantangan, masih banyak masalah, masih banyak pekerjaan rumah, tetapi kalau kita jujur tentu ada progres dari tahun ke tahun," kata Presiden

Dikatakan Presiden, kondisi nasional beberapa tahun terakhir ini memberikan tantangan yang berat. Ada serangkaian bencana, baik bencana alam maupun akibat kesalahan manusia, seperti banjir, tanah longsor, dan lain-lain. Semua itu ikut berpengaruh terhadap pembangunan ekonomi nasional. "Alokasi anggaran yang ada dalam APBN dan upaya rekonstruksi ekonomi dan rehabilitasi daerah akibat bencana, dan harga minyak dunia yang terus meroket sejak akhir 2004 hingga sekarang ini, tentu memberikan pukulan terhadap ekonomi kita sebagaimana juga dirasakan oleh banyak negara di dunia," Presiden SBY menjelaskan.

Presiden SBY juga mengatakan Indonesia dengan 230 juta penduduk lebih dan natural capital yang besar sudah saatnya mengembangkan pasar domestik nasional. "Memang tidak mungkin, satu atau dua tahun terbangun. Tapi kita mulai dari sekarang. Lima atau 10 tahun lagi, 15 tahun ke depan, maka akan makin kuat kita punya domestik ekonomi, domestic market. Dan itu akan mengubah cara pandang kita seolah-olah hanya mengembangkan ekspor sebagai komponen penting dalam pertumbuhan kita," Presiden menambahkan.

Sementara itu, Ketua Kadin MS. Hidayat dalam laporanya menyampaikan hasil workshop dalam rangka Rakornas Kadin yang berlangsung pada 29 - 30 Maret di Jakarta. Rakornas menghasilkan rekomendasi, antara lain, meminta pemerintah menetapkan grand policy untuk merespon kondisi naiknya harga pangan dunia dan dalam negeri.

Usai memberi sambutan, Presiden SBY, didampingi Menko Perekonomian Boediono, Ketua Kadin MS Hidayat, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto, membuka Rapimnas Kadin dengan memukul gong. Setelah itu Presiden berkeliling menyaksikan pameran. Rapimnas bertemakan `Optimalisasi Peran Dunia Usaha dalam Percepatan Pembangunan Infrastruktur: Ketersediaan Energi, dan Ketahanan Pangan.` Pembukaan Rapimnas ini dihadiri sekitar seribu peserta dari Kadin Provinsi, Kota dan Kabupaten, serta Asosiasi tingat nasional.

Tampak hadir beberapa menteri, diantaranya, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mendagri Mardiyanto, Mentan Anton Apriyantono, Mendag Mari E. Pangestu, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, dan Jubir Presiden, Andi A. Mallarangeng. (win)