Berita Utama
Senin, 31 Maret 2008, 13:05:48 WIB
SBY: Daerah Harus Mengembangkan Ekonominya Sendiri
Jakarta: Mengembangkan ekonomi nasional tidak hanya secara sektoral saja, melainkan juga memperhatikan segi kedaerahan, regional, dan otonomi daerah. Meniscayakan the center of growth, itu juga terbagi di daerah-daerah. Pesan ini disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada bagian lain sambutannya saat membuka Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Senin (31/3) siang , di Jakarta Convention Center (JCC).”Saya melihat Gubernur, Bupati, Walikota yang inovatif, yang kreatif, tumbuh dengan bagus. Kita ingin seluruh kabupaten, kota, dan provinsi di negeri ini juga seperti itu. Sudah tidak sesuai lagi kalau semua menggantungkan policy sektoral, justru ide harus tumbuh dengan baik di masing-masing daerah. Dengan demikian lebih realistis dan memang begitu pilihan kita dalam era reformasi ini, otonomi daerah,” kata Presiden.
Untuk itu , Presiden mengajak anggota Kadin daerah (Kadinda) untuk mengingatkan bupati/walikota agar mencari daya saing, keunggulan, dan potensi sendiri untuk dikembangkan.” Birokrasi yang bertele-tele, seperti yang dikatakan pak Hidayat (Ketua Umum Kadin; red) tadi, tidak membikin berkembang dunia usaha. Mari kita perbaiki sama-sama. Ingatkan, yang menghambat pergerakan sektor riil dan menghambat usaha saudara,” Presiden SBY menambahkan.
Sebelumnya, Ketua Umum Kadin MS Hidayat berharap pemerintah menaikkan rasio anggaran untuk pembangunan infrastruktur, dari 3 persen sekarang ini menjadi 6 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Menanggapi hal ini, Presiden SBY mengatakan bahwa sekarang ini pemerintah sedang berupaya menyelamatkan APBN akibat kenaikan harga minyak dunia. Jadi bukan APBN ideal. ”Telah kita putuskan apapun dengan perubahan yang kita buat dengan DPR RI. Memikirkan yang pas bagaimana, agar tugas-tugas pemerintah secara umum tetap bisa dijalankan," SBY menjelaskan.
Untuk pembangunan infrastruktur, pemerintah telah mengalokasikan puluhan triliun rupiah untuk sektor Pekerjaan Umum, Perhubungan, Pertanian, Energi, dan lembaga-lembaga lain. "Baru yang terakhir untuk kesejahteraan. Ini bukan populis. Harus, sebab kalau semua mengalir kepada infrastruktur, terjadi kemorosotan daya beli, kemiskinan meningkat. Apa yang mereka bisa beli?” ujar Presiden SBY.
Hadir pada pembukaan Rapimnas Kadin ini, antara lain, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mendagri Mardiyanto, Mentan Anton Apriyantono, Mendag Mari E. Pangestu, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, dan Jubir Presiden, Andi A. Mallarangeng. (win)



