Berita Utama

SBY Silaturahmi dengan Komunitas Pekerja

Pemerintah, Pengusaha, dan Buruh Harus Saling Bantu

Presiden SBY bersilaturahmi dengan komunitas pekerja, di Istana Negara, hari Senin (31/3) sore. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY bersilaturahmi dengan komunitas pekerja, di Istana Negara, hari Senin (31/3) sore. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Setelah bertemu dengan asosiasi pengusaha beberapa hari lalu, Senin (31/3) sore Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, giliran bersilaturahmi dengan komunitas dan serikat-serikat pekerja, di Istana Negara. "Intinya adalah pengarahan-pengarahan dari Presiden terkait upaya sharing responsibility untuk membangun hubungan industrial yang kondusif," kata Menakertrans Erman Soeparno, usai mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden SBY membuka dialog secara terbuka dan demokratis. "Intinya adalah sama-sama menyadari, baik pemerintah, pengusaha, maupun serikat pekerja harus saling membantu dalam membangun perekonomian kita, baik dalam konteks untuk peningkatan kinerja perusahaan, kesejahteraan pekerja, menjaga kelangsungan bekerja. Sekaligus bagaimana upaya bersama untuk membuka lapangan pekerjaan bagi saudara-saudara kita yang masih menganggur,” ujar Erman, yang dalam keterangan persnya didampingi Jubir Presiden, Andi A.Mallarangeng.

Dialog juga membahas kebijakan pemerintah yang menyentuh kepentingan pekerja. ”Ada masalah pendidikan bagi para pekerja yang levelnya masih low education, jadi dengan demikian penyadaran atau edukasi bagi mereka perlu ditingkatkan. Perlu adanya sistem agar output dari pendidikan dan keterampilan sesuai dengan lapangan pekerjaan. Terkait dengan sistem kontrak kerja dan outsourcing, disepakati untuk dibahas di dalam forum bipartit,” Erman menerangkan.

Masalah pembenahan hirarki organisatoris ketenagakerjaannya yang terletak pada pemerintahan daerah saat otonomi daerah, itu menjadi urusan wajib. Oleh karena itu hal ini perlu ditata kembali. ”Tadi dalam usulnya bagaimana kalau pengaturan ini ditarik lagi ke pusat untuk masalah ketenagakerjaan, lebih khusus dalam konteks pengawasan ketenagakerjaan agar low enforcment bisa berjalan dengan baik,” ujar Menakertrans kata Erman Suparno.

Komunitas buruh yang diterima Presiden SBY, antara lain, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja Myra Maria Hanartani, Sekretaris Direktoral Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial Tati Hendarti, Sekjen Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau, Makanan dan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia H.M.Asa’ad, dan Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN Abdul Azis Hasan. Sementara Presiden SBY didampingi Menko Polhukkam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menko Perekonomian Boediono, dan Mendagri Mardiyanto. (osa)