Berita Utama

Climate Change

RI, Polandia, dan Denmark Bentuk Koordinasi

Jakarta: Tanggal 30 Maret 2008 di Harian International Herald Tribune, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, PM Donald Tusk dari Polandia, dan PM Anders Fogh Rasmussen dari Denmark telah menulis artikel bersama mengenai masalah perubahan iklim. ”Judulnya adalah Moving on The Low Carbon Road,” kata Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal dalam keterangan persnya di Kantor Presiden, Senin (31/3).

”Intinya adalah mereka menyatakan untuk menjamin tercapainya suatu perjanjian perubahan iklim tahun 2009, maka ketiga pemimpin ini telah membentuk suatu kelompok koordinasi pada tingkat tertinggi. Ketiga pemimpin tersebut dalam artikel ini mengimbau kalau seluruh dunia tidak akan sukses menggolkan suatu kesepakatan global mengenai peribahan iklim jika seluruh pemimpin dunia pada tingkat tertinggi juga tidak ikut dalam proses ini. Ini adalah yang terus diimbau ketiga pemimpin ini,” ujar Dino.

Di Bali sudah ada timeline yang jelas mengenai proses dua tahun ke depan. Di Polandia akan ditetapkan arsitektur elemen-elemen yang jelas dari kesepakatan global ini. Di Konpenhagen, pada 2009, akan difinalisasi arsitektur yang sudah ditetapkan dari pertemuan Bali dan Polandia. ”Ketiga pemimpin menekankan kembali bahwa ada urgency terhadap hal ini karena dua tahun ini adalah waktu yang sangat cepat berlalu, karena itu harus dimanfaatkan semaksimal mungkin,” Dino menjelaskan.

”Ketiga pemimpin mengharapkan kalau ada kesepakatan global nanti di Kopenhagen, maka seluruh dunia harus turut serta. Ditekankan pula bahwa walaupun dari troika ini, yaitu Indonesia, Polandia, dan Denmark, berasal dari lingkungan negara-negara yang berbeda tingkat pembangunannya, tapi mereka sepakat bahwa kesepakatan baru ini harus menyumbang dan tidak menghalangi pembangunan keberlanjutan dan juga pengurangan kemiskinan,” Dino menambahkan.

”Akhirnya mereka semua menghimbau agar seluruh pemerintah dan seluruh komunitas warga negara di dunia ini berupaya untuk merealisir apa yang dinamakan low carbon future, yaitu suatu masa depan dimana masyarakat dan ekonomi mereka bisa maju dengan sesedikit mungkin menghasilkan emisi gas rumah kaca,” tandas Dino. (osa)