Berita Utama

Ratas Soal Ketahanan Pangan

Ekspor Beras Bisa Dilakukan Tahun Depan

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Wakil Presiden M.Jusuf kalla, memimpin Rapat Terbatas (Ratas) dengan beberapa menteri terkait, Selasa (1/4) pagi. Ratas di Kantor Presiden yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB ini baru berakhir tiga jam kemudian. Ratas membahas soal ketahanan pangan, utamanya soal stok beras.

Sebelum rapat terbatas, Menteri Pertanian Anton Apriyantono menjelaskan bahwa ratas ini akan membahas soal stok beras dalam negeri. Rencana ekspor beras tidak dilakukan tahun ini, tetapi tahun depan. Alasannya, pemerintah akan mendahulukan upaya untuk memperkuat stok dalam negeri. "Kami sebenarnya belum merencanakan ekspor tahun ini. Baru bisa kemungkinan tahun depan. Tahun ini kita memperkuat stok dulu," kata Mentan Anton Apriyantono.

Anton menambahkan, ekspor dapat dilakukan jika stok beras pada Badan Urusan Logistik (Bulog) melebihi 3 juta ton. "Itu aturan yang kami buat. Jadi tidak menutup 100 persen, hanya saja perkuat dulu stok dalam negeri," ujar Anton. Bulog harus menyerap sebebsar-besarnya produksi beras dalam negeri terlebih dahulu. "Dan hanya Bulog yang diijinkan untuk melakukan ekspor,” ia menambahkan.

Usai ratas, Anton menjelaskan bahwa ia melaporkan perkembangan produksi beberapa bahan pangan, baik beras, jagung, dan kedela. Anton juga menyampaikan langkah-langkah untuk bisa mencapai produksi yang diharapkan. ”Presiden mengarahkan tingkatkan dan amankan stok produksi dalam negeri,” Anton menjelaskan.

Hadir mengikuti ratas, antara lain, Menko Polhukam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menko Perekonomian Boediono, Mendag Mari E. Pangestu, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menteri PU Joko Kirmanto, Menkeu Sri Mulyani, Mensos Bacthiar Chamsyah, Menkop dan UKM Surya Dharma Ali, Mensesneg Hatta Rajasa, Dirut Bulog Mustafa Abubakar, dan Jubir Presiden Andi Mallarangeng. (win)