Berita Utama

Maulid Nabi Muhammad di Bogor

Seperti Nabi, Kita Harus Tegar dan Sabar

Presiden SBY  dan jamaah pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Keramat Empang, Bogor, Jabar, hari Selasa (1/4) malam. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY dan jamaah pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Keramat Empang, Bogor, Jabar, hari Selasa (1/4) malam. (foto: anung/presidensby.info)
Bogor: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Selasa (1/4) malam menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1429 H/2008 M, di Masjid Keramat Empang, Jl. Lolongok, Kota Bogor, Jawa Barat. Kehadiran Presiden SBY disambut dengan iringan salawat oleh ribuan penduduk setempat.

Sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu tampak hadir mendampingi Presiden SBY, antara lain Mensesneg Hatta Rajasa, Mendagri Mardiyanto, Seskab Sudi Silalahi, Menag Maftuh Basyuni, Menkominfo M. Nuh serta dua Jubir Presiden, Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. Juga Duta Besar Saudi Arabia untuk Indonesia,

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an oleh Ustadz Ujang Yatna, dilanjutkan dengan laporan oleh Habib Ali Alatas. Saat menyampaikan sambutan, SBY mengajak seluruh umat Islam untuk meneladani Nabi Muhammad. "Kita mengenal Rasul sebagai pemimpin yang amanah, siddiq, tabligh dan fatonah. Rasul memiliki tutur kata, sikap dan perilaku yang mulia, dan meneduhkan kehidupan umat, bangsa dan negara," ujar Presiden SBY.

Ketika menghadapi cobaan yang berat, Rasul tetap sabar, tawakal, tegar dan terus bersyukur serta berikhtiar untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh umatnya. "Dalam melaksanakan transformasi dan reformasi, beliau melakukan itu dengan sabar, dengan pengertian dan tekad semangat tinggi, merubah dari kegelapan jadi terang," jelas SBY. Dengan cara-cara yang dilakukan oleh Nabi Muhammad itulah, tujuan negara dapat dicapai.

Dari situlah, lanjutnya, kita dapat memetik pelajaran yang diberikan oleh Nabi Muhammad, bahwa dengan tetap sabar dan terus berikhtiar, bangsa Indonesia dapat mencari jalan keluar untuk segala permasalahan yang ada. "Seperti sekarang, perubahan iklim, krisis harga minyak dan krisis harga pangan. Kalau kita ingin sebagaimana Rasul menghadapi persoalan, maka kita semua harus tetap tegar, tidak boleh menyerah, sabar dan tetap berikhtiar, bersatu, tidak saling memusuhi, dan bersama-sama untuk menghadapi persoalan ini," kata Presiden kepada ribuan umat yang hadir.

Oleh karena itu, lanjut Presiden, pemerintah terus bekerja keras, siang dan malam tanpa henti, untuk menghadapi segala permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia. "Yang kita harapkan adalah dukungan dan kebersamaan dari seluruh rakyat Indonesia. Karena tidak ada persoalan yang sulit jika kita ingin berusaha mengatasinya . Saya percaya, dengan ridho Allah, persoalan apapun yang dihadapi oleh Indonesia, akhirnya satu demi satu akan dapat kita atasi," kata SBY.

Kepada jamaah, Presiden kemudian menceritakan perjalanannya ke Senegal dalam rangka menghadiri KTT OKI, pertengahan bulan Maret lalu. Di sana, kata Presiden, seluruh negara-negara Islam sepakat untuk meningkatkan peradaban Islam. "Dengan menaburkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam dan ukhuwah islamiyah, dengan cara membantu yang membutuhkan," kata SBY.

Seluruh negara Islam yang tergabung dalam OKI sepakat akan menunjukkan bahwa Islam mengibarkan panji-panji keadilan, dan menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang damai serta teduh. "Kita ingin membangun kembali peradaban Islam, sehingga Islam bisa memberi solusi bagi permasalahan-permasalahan yang dihadapi bangsa-bangsa," kata SBY.

Selain memperingati Maulid Nabi Muhammad, Presiden beserta ribuan umat muslim lainnya juga memperingati haul atau memperingati Al Habib Abdullah Bin Muchsin Alatas. Acara terakhir ditutup dengan doa bersama dipimpin Habib Abdullah Bin Zen Alatas. (mit)