Berita Utama
Rabu, 2 April 2008, 12:23:20 WIB
Presiden Buka Rakor Kepala Perwakilan RI
Memantapkan Reformasi Internal Deplu
Presiden SBY, didampingi Menlu Hassan Wirajuda, membuka resmi rakor Kepala Perwakilan RI, dengan memukul gong, di Istana Negara, Rabu (2/4) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Menlu Hassan Wirajuda dalam laporannya menjelaskan, rapat kerja tersebut dititikberatkan pada upaya menyukseskan misi diplomasi sebagai bagian dari upaya pencapaian program dan prioritas Kabinet Indonesia Besatu, yakni membangun Indonesia yang aman dan damai, adil dan demokratis, serta sejahtera. “Departemen Luar Negeri merencanakan untuk menyelenggarakan tiga rapat kerja, yakni pada masa awal kabinet yang telah dilaksanakan pada bulan Desember 2004, pada pertengahan masa kerja kabinet, dan dipenghujung atau awal kabinet baru,” kata Hassan. “Diantara ketiga rapat kerja tersebut diselenggarakan rapat kerja kawasan baik yang bersifat integratif atau untuk isu-isu tertentu,” tambahnya.
Rapat kerja kali ini, lanjut Hassan, akan mengevaluasi capaian-capaian misi diplomasi Indonesia dalam kurun waktu 2004-2008, kendala-kendala yang dihadapi, serta saran tindak yang akan disepakati. “Rapat kerja diikuti para pejabat eselon satu dan dua Departemen Luar Negeri, dan 119 Kepala Perwakilan RI di luar negeri yang terdiri dari Duta Besar, Konsulat Jenderal, dan Konsul,” Hassan menjelaskan.
Presiden SBY menilai rapat kerja ini tepat waktu karena bila melihat perkembangan dunia sekarang ini ada sejumlah isu global yang sangat fundamental yang memerlukan pemikiran, kebijakan luar negeri, dan langkah-langkah diplomasi yang berbeda terhadap dinamika dan perkembangan global tersebut. “Paling tidak ada tiga isu mengemuka yang menjadi perhatian dunia, yaitu perubahan iklim dan pemanasan global, jaminan ketersediaan energi, serta jaminan ketersediaan pangan,” Presiden SBY menjelaskan.
Presiden juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan atas kerja keras para diplomat terhadap serangkaian kegiatan yang menunjang kepentingan nasional. “Saudara berjuang dengan gigih sehingga tahun-tahun terakhir ini posisi Indonesia di dunia internasional dan UN Organization sangat baik. Tidak pernah ada dalam masa sejarah Indonesia menempati sejumlah posisi penting pada organisasi dunia,” ujar SBY. “Beberapa hubungan bilateral telah dapat kita tingkatkan menjadi strategic partnership atau paling tidak menjadi comprehensive partnership yang memberikan ruang dan peluang yang lebih besar bagi kita untuk mendapatkan sesuatu dari hubungan bilateral itu,” SBY menambahkan.
“Saya mendukung upaya-upaya untuk melakukan reformasi internal. Deplu adalah satu centre dan menyandang peran yang sangat penting. Oleh karena itu harus dikelola dengan baik. Para diplomat kita harus memiliki kualitas yang baik, pelayanan yang baik, perekrutan, dan pembinaan personal yang baik pula. Semua itu menjadi cikal bakal bagi kinerja yang baik dalam diplomasi kita,” Presiden SBY menegaskan.
Hadir dalam pembukaan rapat kerja tersebut, antara lain, Menko Polhukkam Widodo AS, Menhan Juwono Sudarsono, Menag Maftuh Basyuni, Kepala BKPM M. Lutfi, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Ali Alatas, dan Utusan Presiden untuk Timur Tengah Alwi Shihab. (osa)



