Berita Utama
Rabu, 2 April 2008, 12:42:51 WIB
SBY pada Pembukaan Rakor Perwakilan RI
Cari Peluang untuk Kemakmuran Indonesia
Jakarta: Dunia tidak lagi ditandai blok Barat, Timur, dan nonblok. Indonesia tetap dalam semangat dan prinsip politik bebas dan aktif serta mengembangkan all direction foreign policy. “Kita juga sekaligus mengembangkan direct and indirect approach dan soft power,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pengarahannya ketika membuka Rapat Koordinasi Kepala Perwakilan RI di Luar Negeri, di Istana Negara, Rabu (2/4) pagi.Berkaitan dengan apa saja yang harus diperjuangkan Indonesia pada tingkat global atau nation type order, Presiden SBY meminta para perwakilan RI di luar negeri untuk memperjuangkan empat hal. Yaitu investasi, perdagangan, tenaga kerja Indonesia di luar negeri, dan upaya Indonesia meningkatkan turisme. ”Saudara harus tahu investasi apa saja yang diperlukan di tanah air sehingga investor patut datang dan bekerjasama di Indonesia,” jelas Presiden. ”Peliharalah komunikasi dengan Menteri Perekonomian, dengan demikian saudara bisa fokus mengundang para investor. Buka channel dengan menteri terkait dan gubernur seluruh Indonesia untuk mencari tahu investasi seperti apa yang mereka butuhkan,” tambahnya.
”Cari informasi tentang peluang tenaga kerja. Pahami pasar tenaga kerja lokal. Yang diperlukan kriteria seperti apa, kemampuan seperti apa, dan dari negara mana saja yang memenuhi pasar tenaga kerja negara tersebut. Komunikasikan dengan Menaker dan menteri-menteri terkait agar mereka dapat mempersiapkan tenaga kerja Indonesia yang dikehendaki pasar tenaga kerja dunia,” SBY menjelaskan.
Presiden SBY mengharapkan para diplomat dan perwakilan RI di luar negeri dapat memahami empat hal. Pertama, pahami garis kebijakan nasional. Kedua, cari peluang dan alirkan sumber-sumber kemakmuran di era globalisasi untuk kepentingan Indonesia. Ketiga, buka dan aktifkan channel tersebut dengan menteri-menteri terkait. Dan yang terakhir, harus ikut melakukan pendekatan yang tepat dan ikut bertanggung jawab.
Hadir dalam pembukaan rapat koordinasi, antara lain, Menko Polhukkam Widodo AS, Menhan Juwono Sudarsono, Menag Maftuh Basyuni, Kepala BKPM M. Lutfi, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Ali Alatas, dan Utusan Presiden untuk Timur Tengah Alwi Shihab. (osa)



