Berita Utama
Minggu, 6 April 2008, 19:00:29 WIB
Sidak ke Cempaka Baru
Semua Kepala Daerah Diminta Sukseskan Program Konversi Minyak Tanah
Presiden SBY berdialog dengan Haji Hari, pemilik pangkalan gas di Kelurahan Cempaka Baru, Jakarta Pusat, hari Minggu (6/4) sore. (foto: abror/presidensby.info)
Betapa senangnya hati Usman dikunjungi seorang presiden. Kepada Presiden, Usman menyampaikan rasa senangnya atas manfaat dari penggunaan kompos gas dibanding dengan minyak tanah. “Lebih bersih Pak, juga lebih hemat bila dihitung-hitung, dibanding dengan menggunakan minyak tanah, “ kata Usman kepada Presiden SBY yang mengunjungi rumahnya. Presiden bukan cuma berdialog dengan Usman dan keluarga, tetapi juga meninjau dapur keluarga Usman.
Usai meninjau rumah Usman, kepada wartawan kemudian Presiden menyampaikan keterangan pers. “Hari ini saya bersama menteri terkait, Gubernur DKI, Dirut Pertamina dan Walikota meninjau ke Cempaka Baru untuk melihat langsung dari dekat penggunaan gas sebagai pengganti minyak tanah. Program ini sangat penting untuk kita sukseskan, bukan cuma di Jakarta, tapi juga di daerah yang sangat penting untuk bisa melaksanakan konversi ini," kata SBY.
Dijelaskan oleh Presiden, bahwa di Jakarta tiap hari digunakan 3,6 juta kilo liter minyak tanah, dan dengan program konversi yang telah dijalankan ini, sekarang yang digunakan tinggal 600 ribu kiloliter atau seperenamnya.”Kita akan terus lakukan ini semua, agar program pemerintah untuk mengurangi subsidi minyak tanah itu berhasil. Penghematan APBN kita membuat lingkungan lebih bersih. Dan ternyata, dari dialog dengan para pengguna, ibu-ibu rumah tangga yang saya kunjungi dan saya ajak bicara, juga kepala keluarga, mengatakan bahwa menggunakan gas sebagai pengganti minyak tanah itu memang lebih bersih, dan kedua lebih irit, terdapat penghematan yang lumayan dalam penggunaan pembelanjaan sehari-hari,” kata Presiden.
Secara akumulatif, kata Presiden, apabila program nasional ini berhasil maka belasan atau puluhan trilyun dari anggaran bisa dihemat yang itu semua akan digunakan untuk meningkatkan pendidikan, kesehatan, mengurangi kemiskinan, dan lain-lain.“Saya berharap kepada gubernur dan walikota untuk disukseskan terus. Kantong-kantong yang belum tuntas di
Jakarta tolong dituntaskan, karena hasilnya nyata. Saya tadi berbicara dengan pangkalan yang tadinya sebagai pangkalan minyak tanah, sekarang menjadi pangkalan gas. Penghasilannya tetap baik dan layak, lebih tidak repot, dan penyalurannya pun lebih mudah, demikian juga para pengecer yang tadi saya ajak bicara,” kata Presiden.
“Saya ingin sukses Jakarta ini, diikuti oleh sukses di kota-kota besar yang lain, misalnya Surabaya, Semarang, Bandung dan tempat-tempat lain, karena yang kita perlukan dalam dunia yang tinggi harga minyaknya dan harga pangan juga naik, kita hemat apa yang bisa kita hemat, dan penghematan mutlak untuk ekonom,i dan juga lingkungan,” kata Presiden.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur DKI Fauzi Bowo mengatakan bahwa untuk DKI Jakarta sampai akhir bulan Maret, di luar Kepulauan Seribu, 95 persen target sudah tercapai, sedangkan 5 persen yang tersisa ada di beberapa daerah yang kebetulan berbatasan dengan Tangerang, Jawa Barat dan Depok. “Dan ini akan segera kita intensifkan pengadaan kompor, dan juga supply tabung gas yang 3 kg. Yang penting fungsi distribusi ini berjalan lancar, masyarakat merasa mendapat keuntungan dari program yang dilaksanakan oleh pemerintah ini, dengan demikian mudah-mudahan sisa yang masih harus kita selesaikan itu tidak menimbulkan masalah baru dan dalam waktu singkat bisa kita selesaikan,” kata Fauzi Bowo
Dalam sidak ini Presiden didampingi oleh Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Gubernur DKI Fauzo Bowo, Walikota Jakarta Pusat, dan Jubir Presiden, Andi Mallarangeng. (nnf)



