Berita Utama

Presiden SBY:

Pegang Teguh Etika dan Tatakrama Berpolitik

Presiden SBY didampingi Wapres JK memimpin sidang Kabinet Indonesia Bersatu serta gubernur seluruh Indonesia, di Kantor Setneg, hari Senin (7/4) siang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY didampingi Wapres JK memimpin sidang Kabinet Indonesia Bersatu serta gubernur seluruh Indonesia, di Kantor Setneg, hari Senin (7/4) siang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kepada seluruh jajarannya agar secara proporsional menggunakan waktu dalam melakukan kegiatan politik praktis, dan tetap mengutamakan kepentingan tugas pemerintahan. Hal ini ditegaskan Presiden SBY dalam pengarahan awalnya saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna, Senin (7/4) siang di Sekretariat Negara, Jakarta.

”Dibenarkan dalam kehidupan demokrasi kita, saudara juga melakukan aktivitas politik yang berkaitan dengan keberadaan saudara sebagai pimpinan atau fungsionaris partai-partai poltik tertentu. Dibenarkan! Memang begitu dalam sebuah kompetisi yang akan segara berlangsung di negeri kita tahun depan," kata Presiden.

SBY berharap di dalam berpolitik supaya memberikan pembelajaran kepada masyarakat, untuk membangun demokrasi dan memegang teguh etika serta tatakarama dalam berpolitik. Presiden mengaku tidak senang jika dalam pilkada ada bupati/walikota yang ikut mencalonkan diri sebagai gubernur, gubernur yang mencalonkan diri kembali, kemudian di depan publik bupati/walikota tersebut melakukan langkah-langkah yang tidak tepat kepada gubernurnya. "Etika politik terbalik-balik seperti itu. Yang pantas, kecuali kalau memang sudah dalam status calon, sama-sama calon gubernur, sama-sama calon bupati. Itulah gunanya kompetisi,” Presiden SBY menegaskan.

Presiden mengajak semua pihak ikut membangun demokrasi yang baik di negeri ini. "Ada kepantasannya. Dan pesan saya, jangan terlalu gasik --itu bahasa Jawa. Artinya, ada kan prosesnya. Sekarang bulan April tahun 2008, masih sekian bulan lagi tahun 2009 dan seterusnya. Ini juga berlaku bagi event-event, kompetisi, dan pemilihan kepala daerah, supaya lebih berkonsentrasi dan intensif lagi dalam menjalankan tugas pemerintahan," ujar Presiden.

Selain itu, Presiden SBY meminta agar jararan pemerintahan mampu mengelola situasi sosial, termasuk keamanan dan ketertiban publik, terutama menjelang dan pada saat Pemilihan Umum. ”Kita memerlukan betul kondisi sosial yang baik di seluruh tanah air. Meskipun politik bisa panas, tetapi dengan kondisi kondusif itu, semua program yang akan kita lakukan, pendidikan, kesehatan, Usaha Kecil Menengah, energi, dan lain tetap bisa laksanakan dengan baik," Presiden SBY menandaskan.

Sidang Kabinet Paripurna ini dihadiri Wapres JK, para menteri, seluruh gubernur se-Indonesia, dan pelaksana teknis kegiatan pemerintah. (win)