Berita Utama

Sri Mulyani:

Keuangan Pemerintah Sangat Aman

Jakarta: Saat ini keuangan pemerintah sangat aman. Penerimaan negara dari minyak dan non minyak dari bentuk pajak maupun bukan pajak, masuk ke dalam kas negara dalam jumlah yang sangat sehat. Posisi cash pemerintah sebesar Rp 64 triliun, jadi tidak kesulitan cash flow.

Demikian dikatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani, hari Senin (7/4) sore di Sekretariat Negara, usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna. Saat memberi keterangan pers, Menteri Keuangan didampingi Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Menteri Perdagangan Mari E. Pangestu, Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh, Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad dan Wakil Gubernur NAD Muhamad Nazar.

Menurut Sri Mulyani, kalau sebelumnya ada sedikit kekwatiran dikarenakan masalah inflasi pada bulan Maret yang memang agak meningkat, tapi pemerintah telah memberikan suatu penjelasan mengenai program-program untuk stabilisasi harga, terutama harga pangan sebagai salah satu pemicu terjadinya inflasi ,” ujar Sri Mulyani. ”Kita berharap pasar kembali melihat fondasi dari setiap statistik atau data yang keluar di publik, dan tidak melakukan spekulasi berdasarkan berbagai rumor yang tidak ada dasarnya ,” katanya.

Sebelumnya, Menko Kesra Aburizal Bakrie mengatakan bahwa beberapa program yang telah dilakukan dari Menko Kesra, tiga cluster yakni cluster sosial , pemberdayaan masyarakat, dan usaha mikro dan kecil. ”Ketiga cluster itu bisa dikaitkan secara bersamaan. Untuk tahun2009 ditingkatkan dengan suatu jumlah yang cukup besar,” ujar Aburizal

"Kepada Presiden, para gubernur melaporkan antara lain masalah energi, khususnya masalah yang utama dihadapi di daerah seperti listrik, dan dijawab oleh menteri ESDM Sugihantoro bahwa sudah dibuat dalam suatu planning yang kemudian akan dilanjutkan oleh Dirut Perusahaan Listrik Negara, kata Menko. ” Presiden memerintahkan agar Menteri ESDM dan PLN bekerjasama dengan para Gubernur segera membahas secara tuntas dan rinci masalah listrik yang dihadapi itu.” kata Aburizal. "Wakil Presiden Jusuf Kalla jkepada Presiden juga melaporkan hasil kunjungannya ke beberapa daerah, dan menyampaikan bahwa optimisme para petani luar biasa besarnya," tambahnya.

Mengenai masalah pangan, kata Aburizal, pada umumnya para gubernur mengatakan produksi bertambah. "Sementara daerah lainnya seperti NTT, NTB, Maluku mengangkat masalah infrastruktur untuk pertumbuhan pangan. Mengenai program beras miskin diharapkan ada perubahan pola distribusi, dan ini akan dibicarakan dengan Bulog," kata Menko Kesra Abrurizal Bakrie. (win)