Berita Utama

Di Pekalongan

Presiden SBY dan Ibu Ani Hadiri Peringatan Maulid Nabi

Presiden SBY mencium anak kecil yang ikut menyambut saat hadir di acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Gedung Kanzus Sholawat, Kota Pekalongan, Jateng, Rabu (9/4) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY mencium anak kecil yang ikut menyambut saat hadir di acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Gedung Kanzus Sholawat, Kota Pekalongan, Jateng, Rabu (9/4) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Pekalongan: Hari kedua rangkaian kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani, Rabu (9/4) siang, menghadiri acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1429 H/2008 M, di Gedung Kanzus Sholawat, Kota Pekalongan. Kehadiran Presiden SBY ke Kota Batik ini adalah untuk kedua kalinya, setelah kunjungan pertama dilakukan tahun 2006 lalu untuk menghadiri Hari Koperasi.

Dalam sambutannya Plt. Gubernur Jawa Tengah Ali Mufiz mengatakan bahwa kehadiran Presiden SBY dalam acara ini diharapkan dapat menjadi motivasi Islam untuk membangun pendidikan dan spiritual. "Provinsi Jateng sudah berusaha meningkatkan kualitas keberagamaan dengan cara memfasilitasi kegiatan kerohanian dengan semangat kemajemukan," kata Ali. Dengan kematangan ilmu, lanjut Ali, para ulama telah mampu membina masyarakat luas. "Peran para ulama memberi kontribusi besar bagi pembangunan. Salah satunya adalah pemilihan kepala daerah di 29 daerah di Jawa Tengah berlangsung dalam suasana kondusif, sejuk, aman, dan damai," ujar Ali.

Presiden SBY di hadapan lebih kurang 15 ribu umat mengatakan bahwa setiap kali memperingati Maulid Nabi Muhammad, kita selalu diajak untuk mengenang serta menghormati kepribadian dan kepemimpinan Rasulullah. "Kita diminta untuk dapat meneladani dan mencontoh apa yang dilaksanakan Rasulullah pada zaman beliau memimpin," seru Presiden SBY.

"Nabi Muhammad adalah pemimpin agung, reformis besar. Kepemimpinan beliau telah diakui sebagai sebuah kepemimpinan yang maha besar. Kita semua mengetahui kepribadian dan karakter Rasulullah yang nyaris tanpa cacat. Kepemimpinan Rasulullah adalah kepemimpinan yang penuh kasih sayang, mengayomi umat dan sesama, mengajak semua untuk membangun negara dengan keadilan dan kasih sayang," tambah SBY.

Kita sungguh mengagumi Rasulullah. Presiden SBY mengajak para umat untuk membayangkan perjuangan Rasulullah pada zaman itu. "Beliau mengemban tugas, mengubah keadaan, memerangi kemaksiatan dan kejahatan dalam suasana yang sangat berat, yang seolah-olah tidak mungkin dilakukan Rasuallah dan umat manusia. Tetapi menghadapi cobaan, tantangan, dan ujian itu yang terpancar adalah sikap sabar, tegar, tawakal, terus bersyukur dan tidak pernah berhenti berikhtiar," SBY menerangkan.
"Akhirnya sejarah mencatat dengan gemilang keberhasilan Rasulullah sebagai pemimpin yang agung dengan datangnya pertolongan Allah SWT. Kita harus mencontoh kepemimpinan beliau," kata SBY.

Hadir mendampingi Presiden SBY, antara lain, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Agama Maftuh Basyuni, Seskab Sudi Silalahi, KH. Habib Muhammad Luthfiy bin Ali Yahya, dan Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng. (osa)