Berita Utama
Rabu, 9 April 2008, 18:20:18 WIB
Presiden di Pekalongan:
"Bantuan untuk Rakyat Jangan Belok Sana Belok Sini, Macet Sana Macet Sini"
Presiden SBY menyampaikan sambutan pada acara temu nelayan dan penyerahan PNPM Mandiri, Rabu (9/4) sore, di TPI Kota Pekalongan, Jateng. (foto: abror/presidensby.info)
"Untuk meningkatkan kesejahteraan pembangunan, pemerintah mengembangkan kebijakan dan program umum seperti pendidikan dan kesehatan. Disamping program-program umum yang menggunakan anggaran yang tidak kecil, pemerintah juga menyadari untuk membuat program khusus seperti PNPM Mandiri dan KUR," lanjutnya.
Masyarakat Indonesia, kata SBY, sesungguhnya adalah masyarakat yang cerdas dan kreatif. "Oleh karena itu kita alokasikan sejumlah dana pemberdayaan masyarakat yang insya Allah tahun depan bisa mencapai Rp 3 milyar per kecamatan. Bila bantuannya mengalir tepat, maka hasilnya lebih bagus dari pada belok sana belok sini, dan macet sana macet sini," tegas SBY.
"Saya belum puas bila masyarakat hanya diberikan bantuan dari program pemerintah. Kita ingin yang lebih banyak menciptakan lapangan kerja bisa dikembangkan lagi, yaitu dari sektor usaha mikro dan usaha kecil. Dari bank milik pemerintah telah dialirkan dana sebesar Rp 3,25 trilyun ke lebih dari 200 ribu nasabah. Saya ingin lebih banyak lagi yang dialirkan untuk usaha mikro dan kecil," SBY menerangkan.
Presiden SBY berharap dapat dialokasikan lebih banyak lagi bantuan kepada masyarakat, terutama yang memiliki modal Rp 5 juta ke bawah. "Hanya dengan cara itu usaha menengah dan kecil dapat tumbuh dan bergerak. Mari kita gerakkan bersama," serunya di hadapan lebih kuran 15 ribu warga. Usai acara, rombongan Presiden SBY melanjutkan perjalanan menuju Kelurahan Podo Sugih, Pekalongan, untuk meninjau realisasi program PNPM Mandiri. Selanjutnya Presiden beserta rombongan meneruskan perjalanan ke Semarang dengan Kereta Api Luar Biasa. (osa)



