Berita Utama
Kamis, 10 April 2008, 16:13:59 WIB
Shaukat Aziz, Mantan PM Pakistan:
Indonesia Mampu Kalahkan China dan India
Presiden SBY bersama Shaukat Aziz, Mantan PM Pakistan, di Istana Negara, Kamis (10/4) sore. (foto: anung/presidensby.info)
Shaukat Aziz juga berbagi pengalaman mengenai reformasi yang dilakukan di Pakistan. "Reformasi di Pakistan berdasarkan tiga filosofi, yaitu deregulasi, liberalisasi, dan privatisasi. Semua kegiatan komersial ditangani swasta. Banyak tantangan, karena perusahaan telekomunikasi dikuasai asing. Ini paradigma yang sulit dilaksanakan, tapi sudah dilakukan," jelasnya.
Di bidang keuangan, kata Shaukat Aziz, bank sentral independen tidak melapor ke Menteri Keuangan, tapi langsung ke Perdana Menteri. "Kami mengirim 40 mahasiswa ke Harvard selama dua bulan belajar. Program privatisasi dilakukan besar-besaran seperti sektor perbankan. Dulu perbankan di Pakistan sakit-sakitan karena pengelolaan dilakukan swasta dengan ekuitas 25 persen," katanya.
Sedangkan reformasi di sektor pajak, dilakukan dengan pembagian pembayaran pajak berdasarkan sektor wilayah. SPT dilakukan lewat pos, bukan kontak langsung, sehingga tidak ada intervensi manusia. "Awalnya banyak pihak yang melawan, seperti pengacara dan pejabat pemerintah. Tapi sekarang sudah sangat baik," kata peraih Finance Minister of The Year dari Euro Money and Bankers Magazine pada tahun 2001 ini.
Di bidang investasi, pemerintah Pakistan memberikan kemudahan terutama mengenai pemilikan lahan dan pengurusan ijin. "Pemerintah membangun kawasan ekonomi khusus. Kemiskinan yang pada awalnya 34 persen, di mana rakyat miskin Pakistan memiliki pendapatan per kapita dibawah 1 dollar Amerika perhari, turun menjadi 24 persen dari 116 juta penduduk," jelasnya.
Berdasarkan pengalamannya, Shaukat Aziz mengatakan, hal paling memalukan yang pernah dilakukan pemerintahannya adalah ketika berurusan dengan IMF. "Berhubungan dengan IMF adalah hal yang paling memalukan, tapi kami sudah selesai dengan urusan IMF, dan mengatakan terimakasih dan kami tak mau bertemu dengan Anda lagi," lanjutnya.
Shaukat Aziz menjadi PM Pakistan pada 24 Agustus 2004 hingga 15 November 2007. Sebelumnya menjabat sebagai Menteri Keuangan, sejak November 1999, yang juga bertanggung jawab pada bidang perekonomian, perencanaan dan pengembangan, divisi pendapatan dan statistik. Selama periode jabatannya itulah Aziz menjalankan program ambisiusnya untuk stabilisasi ekonomi dan reformasi struktural, yang sangat membantu perbaikan ekonomi Pakistan.
Hadir pada Presidential Lecture ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Kapolri Jenderal Sutanto, Kepala BIN Syamsir Siregar, Kepala BPN Joyo Winoto, para dirut BUMN, Ketua BKPM M.Lutfi, dan beberapa pejabat negara lainnya.
Paparan dari Shaukat Aziz berlangsung selama kurang lebih 30 menit yang diawali dengan sambutan selamat datang dari Presiden, dan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari para hadirin, dan Presidential Lecture pun usai pada pukul 16.00 WIB. (nnf)



