Berita Utama
Kamis, 10 April 2008, 17:45:43 WIB
Dimatangkan, Rencana Pembangunan Perpustakaan Indonesia di Cape Town
Presiden SBY menerima Dubes RI untuk Afsel, Sugeng Rahardjo, dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (kiri), di Kantor Kepresidenan, Kamis (10/4) sore. (foto: anung/presidensby.info)
Kedatangan mereka bertemu Presiden SBY untuk membicarakan tindak lanjut dari rencana pembangunan perpustakaan di sekitar Kompleks Masjid Nurul Latief, Kampung Macassar, Cape Town, Afsel. Pada 15 Maret lalu, saat berkunjung ke Cape Town, Presiden SBY dan Ibu Ani beserta beberapa menteri berkunjung ke makam Syeh Yusuf di dekat Masjid Nurul Latief, serta berdialog dengan masyarakat keturunan Indonesia di Masjid Nurul Latief. Saat berdialog itulah Presiden mengutarakan gagasan untuk membangun perpustakaan agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Afsel ketururunan Indonesia.
Kata Jubir Presiden, Andi A. Mallarangeng, gagasan pembangunan perpustakaan di Cape Town tersebut sudah dibicarakan oleh Presiden SBY dengan Gubernur Cape Town, Ebrahim Rasool. "Mereka membicarakan kemungkinan untuk membangun sebuah perpustakaan di sekitar kompleks Masjid Nurul Latief dan makam Syeikh Yusuf. Perpustakaan tersebut nantinya isinya adalah buku-buku tentang Indonesia, tentang sejarah Indonesia maupun tentang Sulawesi Selatan dan Banten, yang merupakan bagian dari sejarah Syeikh Yusuf," jelas Andi yang didampingi oleh Gubernur Sulsel dan Bupati Gowa. Pada waktu kunjungan Presiden SBY ke Afrika Selatan, lanjut Andi, disepakati oleh Presiden SBY dan Ebrahim Rasool untuk membicarakan lebih lanjut mengenai pembangunan perpustakaan ini.
Pembangunan perpustakaan di Kampung Macassar, Cape Town, tersebut diharapkan dapat menjadi jendela kebudayaan bagi masyarakat keturunan Indonesia di Afrika Selatan. "Agar mereka bisa melihat tanah tumpah darah dari leluhur mereka yang dibuang ke Afrika Selatan, karena melawan penjajah. Mudah-mudahan bisa menjadi semacam jendela agar mereka bisa melihat dan tertarik dengan kebudayaan Indonesia," papar Andi. Menurut rencana, perpustakaan tersebut akan dibangun di atas tanah seluas 600 m2.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menambahkan, di dalam perpustakaan tersebut akan disediakan replika rumah adat Bugis. "Ini akan sepenuhnya di desain dengan kayu, dan kayunya berasal dari Indonesia. Selain replika rumah adat, di sana juga akan terdapat banyak sekali alat-alat tradisional yang bisa dipamerkan, selain buku-buku yang bermutu," ujar Syahrul Yasin Limpo.
Presiden SBY, lanjut Gubernur Sulsel yang baru dilantik itu, sangat antusias dengan pembangunan perpustakaan yang letaknya tak jauh dengan makan Syeikh Yusuf. "Karena Syeikh Yusuf adalah pahlawan nasional yang menyandang bintang mahaputra di Indonesia dan di Afrika Selatan," jelasnya.
Turut hadir mendampingi Presiden SBY dalam pertemuan tersebut, antara lain, Menlu Hassan Wirajuda, Mensesneg Hatta Radjasa, Seskab Sudi Silalahi, Mendiknas Bambang Soedibyo, Menbudpar Jero Wacik serta dua Jubir Kepresidenan, Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (mit)



