Berita Utama
Jumat, 11 April 2008, 14:20:28 WIB
SBY Undang Pelaku Usaha Bidang Pertanian
Mencari Solusi untuk Tingkatkan Produksi Pangan
Presiden SBY menerima VCD saat mengundang para pelaku usaha pangan di Istana Merdeka, Jumat (11/4) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada acara santap siang bersama dengan pelaku usaha bidang pertanian, di Istana Merdeka, Jumat (11/4) siang. Kata Presiden, masalah ini tidak dapat didiamkan, disesali, atau diratapi, tetapi harus diatasi dan ditemukan solusinya. "Saya mengundang saudara-saudara untuk mengajak, dan ingin mendengar pandangan, bagaimana kita dapat meningkatkan produksi pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, serta menjawab dan mencari solusi terhadap persoalan pangan di tingkat dunia," lanjutnya.
Presiden SBY percaya bahwa Allah memberikan anugerah yang luar biasa pada bangsa Indonesia. "Negara kita sangat kaya dengan sumber daya alam, yang bila dikelola dengan baik akan mendatangkan kesejahteraan. Memang, tantangannya tidak ringan, karena daerah kita juga rawan bencana. Tapi percayalah kalau kita betul-betul mengelola dengan baik, berkahnya juga banyak," seru SBY.
Motivasi kepada para petani perlu diberikan, agar mereka tidak gampang menyerah menghadapi situasi-situasi sulit. ”Kita masih sangat mungkin meningkatkan produksi padi dan beras. Produksi beras kita dari masa-masa makin baik, pertahankanlah. Tidak mustahil bila suatu hari nanti kita bisa mengekspor sekaligus swasembada beras. Untuk kedelai dan jagung masih jauh, namun mari kita percepat peningkatan produksi tersebut,” tambahnya.
”Pemerintah memberi bantuan, fasilitas, dan alokasi anggaran yang tidak sedikit. Tapi yang sepenuhnya melaksanakan, yang kepanasan dan kehujanan di lapangan, adalah saudara-saudara yang bergerak di bidang pertanian. Mari kita tingkatkan kemampuan kita dan memberikan yang terbaik bagi bangsa,” kata Presiden SBY.
Sementara itu Menteri Pertanian Anto Apriyantono menjelaskan, pihaknya bertekad untuk mewujudkan kedaulatan pangan di mana pangan pokok sebisa mungkin diproduksi di dalam negeri. "Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah bersama-sama dengan pemangku kepentingan telah bersepakat untuk bersinergi dalam meningkatkan produksi pertanian. Pada tahun 2007, pada saat negara-negara lain ada yang mengalami penurunan produksi berasnya seperti India, Bangladesh, dan Vietnam dibawah dua persen, Indonesia bisa mencapai peningkatan produksi beras sebanyak 4,77 persen," ujar Anton. "Daging juga naik luar biasa, yaitu 14,14 persen. Hal ini tentunya atas usaha para petani kita," lanjutnya.
Presiden SBY juga berdialog dengan perwakilan para petani untuk mencari tahu apa saja yang dibutuhkan mereka. Acara santap siang ini dihadiri sekitar 80 pelaku usaha di bidang pertanian, antara lain kelompok petani padi, kelompok petani jagung, kelompok petani kedelai, Ikatan Produsen dan Penangkar Benih, Himpunan Produsen Benih, dan Persatuan Penggilingan Padi. Nampak hadir dalam acara tersebut adalah Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mentan Anton Apriyantono, Kabulog Mustafa Abubakar, Dirjen Tanaman Pangan Sutarto Ali Muso, dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kaman Nainggolan. (osa)



