Berita Utama
Kamis, 17 April 2008, 12:30:58 WIB
Presiden: Pemerintah Tidak Tinggal Diam Soal Naiknya Harga Pangan
Presiden SBY memperhatikan hand tracktor yang akan diserahkan kepada petani, usai penyerahan PNPM Mandiri untuk masyarakat Kabupaten Purworejo, di Desa Grabag, Purworejo, Jateng, Kamis (17/4) siang. (foto: cahyo/presidensby.info)
"Saya tahu, ada unjuk rasa dari berbagai pihak di depan Istana Jakarta, mengenai naiknya harga pangan. Saya mengerti kalau harga pangan naik, semua tidak senang. Tapi saya meminta pengertian masyarakat bahwa ini adalah masalah dunia, dan pemerintah tidak tinggal diam untuk mengatasi semua itu agar tidak sangat membebani kehidupan rakyat," kata Presiden.
Pada kesempatan itu Presiden juga menegaskan perlunya penertiban lahan yang terlantar padahal sudah memiliki Hak Guna Usaha. "Meningkatkan produksi pangan memerlukan lahan. Saya mendapat laporan dari Kepala BPN dan menteri-menteri terkait setelah dilakukan penelitian dua tahun terakhir ini atas instruksi saya, ternyata ada lahan-lahan yang terlantar sebanyak 7 juta hektar, 1,7 jt hektar dari itu sudah berstatus Hak Guna Usaha. Kenyataanya lahan itu terlantar, ini tidak boleh terjadi, harus ditertibkan," kata Presiden.
"Saya sudah menginstruksikan pada jajaran pemerintah, saya harap bersama-sama dengan Gubernur, Bupati dan Walikota, mari kita tertibkan lahan dan tanah anugerah Tuhan milik kita semua itu, kita gunakan untuk pertanian dan lain-lain. Yang tidak benar saya minta untuk ditertibkan,"kata Presiden. "Sudah saatnya terang benderang di negeri ini. Kalau tanah jutaan hektar itu bisa dimanfaatkan, maka produksi pangan bisa kita tingkatkan.Saya ingin proses ini dipercepat, berikan peringatan, lihat masalah hukumnya mereka-mereka yang memiliki hak tapi tidak digunakanitu," lanjut Presiden.
"Saya juga minta keseriusan kita semua, dimulai dari saya, gubernur, bupati, walikota melihat wilayah-wilayah itu, siapa yang memiliki HGU, mengapa tak digunakan bertahun-tahun, dan seterusnya. Rakyat di situ hanya menonton, tidak bisa menggunakan untuk produksi pangan," tegas Presiden.
"Ini masalah yang serius. Karena bangsa kita akan merugi. Kita memiliki tanah tapi tidak bisa digunakan. Krisis pangan di dunia ini akan menjadi rahmat ,akan menjadi berkah dan menjadi peluang, kalau kita betul-betul bisa meningkatkan produksi pangan dimulai dari menertibkan lahan,"kata Presiden.(nnf)



