Berita Utama
Kamis, 17 April 2008, 13:41:21 WIB
Satu Hektar Hasilkan 15 Ton Gabah
Varietas Toy HL2 Perlu Dikembangkan
Presiden SBY dan Ibu Ani dialog dengan petani usai panen perdana varietas baru Super Toy HL2, di Desa Grabag, Purworejo, Jateng, Kamis (17/4) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Karena itu, Presiden SBY dalam dialog dengan para petani usai panenan minta agar varietas ini dikembangkan, bukan cuma di Purworejo tetapi juga ke daerah-daerah lain. SBY mengucapkan terima kasih kepada Pak Marjono, warga setempat, yang merelakan lahannya sebagai percontohan penanaman padi jenis Super Toy HL2. " Kita tingkatkan lagi masa depan agar hasilnya lebih baik, " kata Presiden dalam dialog berbahasa Jawa dengan Marjono.
Seorang petani dari Ciamis berdiri dan mengatakan kepada Presiden bahwa dirinya datang ke Purworejo untuk meninjau panen, meminta kepada Presiden agar bibit yang sama bisa dikembangkan di daerahnya. "Ternyata benar, yang dikembangkan di sini, per satu hektar menghasilkan 15 ton, sedangkan yang di Ciamis hanya 7-8 ton saja per hektar. Karena itu diharapkan bila jenis padi yang sama dikembangkan di Ciamis dan Jawa Barat maka swasembada pangan bisa dicapai," katanya.
Petani dari Madiun, Jjatim, dan Manokwari, Papua, juga mengharapkan agar bibit yang sama bisa dikembangkan di daerah mereka. Selain itu keduanya juga minta pada pemerintah untuk menaikkan harga gabah kering giling yang telah ditetapkan sebesar 2500/kg ditingkatkan, karena harga pupuk yang cukup tinggi. Atau bila tidak dinaikkan, subsidi pupuk bisa ditambah.
Presiden menjawab bahwa harga gabah kering giling itu akan ditingkatkan, tapi tetap bisa dijangkau oleh masyarakat yang lain."Insya Allah akan segera kita naikkan, supaya petani mendapatkan penghasilan lebih baik. Namun harganya harus juga bisa dijangkau oleh saudara-saudara kita yang lain. Karena saya ini harus adil, bisa mengayomi semua dengan pertanian harus maju, dan petaninya sejahtera. Juga dengan pangan yang cukup jumlahnya, rakyat kita bisa membeli dengan harga yang terjangkau," kata Presiden. (nnf)



