Berita Utama
Senin, 21 April 2008, 15:38:32 WIB
Presiden Menerima Pengurus LKK
UUD 1945 Harus Menjadi Living Constitution
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (21/4) siang, menerima pengurus Lembaga Kajian Konstitusi (LKK) yang dipimpin ketuanya, Prof. Dr.H.Sri Soemantri, di Kantor Presiden. LKK ini semula adalah Komisi Konstitusi yang dibentuk MPR dan bertugas mengkaji secara komprehensif terhadap Undang Undang Dasar 1945.Menurut Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, kedatangan pengurus LKK ini untuk melaporkan hasil kajian terhadap UUD 1945 serta memberikan pandangan-pandangan terhadap apa yang menjadi perhatian masyarakat. ”Tentu saja pemikiran ini sejalan dengan pemikiran tentang perlunya kita bersama-sama untuk mengkaji, yang pada saatnya nanti tentu menjadi pekerjaan besar dari Majelis Perwakilan Rakyat (MPR),” kata Hatta Rajas, usai menampingi Presiden.
Selain itu, lanjut Hatta, dalam waktu dekat Presiden SBY akan berkonsultasi dengan MPR. Salah satunya membahas mengenai kajian konstitusi ini. ”Pemikiran ini sangat konstruktif dan pertemuan berjalan dengan baik,” ujar Hatta.
Sementara itu, Sri Soemantri mengatakan LKK telah melakukan kajian terhadap amandemen UUD 1945 yang dilakukan MPR sebanyak empat kali. ”Hasil kajian itu kami sampaikan kepada Presiden. Kesimpulan yang kami tarik adalah perlu adanya perubahan UUD yang kelima karena banyak materi yang perlu diperbaiki bagi sebuah UUD untuk bangsa dan negara. UUD adalah peraturan dasar yang berlaku bagi sebuah negara untuk jangka waktu panjang. UUD berisi berbagai kepentingan politik bangsa jangka panjang, dan bukan berisi kepentingan jangka pendek,” Sri Soemantri menjelaskan.
Wakil Ketua LKK, Albert Hasibuan, menambahkan, dalam pertemuan LKK dengan Presiden ditemukan kesamaan pikiran, yakni keinginan agar UUD 1945 sekarang ini menjadi living constitution (konstitusi yang hidup). "Artinya konstitusi yang bisa berlaku puluhan banhkan ratusan tahun ke depan. Jadi konstitusi itu tidak ada kelemahannya,” Albert menuturkan.
Saat menerima pengurus LKK, Presiden SBY didampingi Menko Polhukam Widodo AS, Seskab Sudi Silalahi, dan Jubir Presiden Dino Patti Djalal. Sedangkan pengurus LKK yang datang, selain Sri Soemantri dan Albert Hasibuan, adalah Moch. Isnaeni Ramadhan (Sekretaris), Hasudungan Tampubolon (anggota), Hasyim Djalal (anggota), dan Krishna Harahap (anggota). (win)



