Berita Utama

Pendukung Film Kun Faya Kun Diterima Presiden

Presiden SBY hari Senin (21/4) sore menerima  kru dan pemain Film Kun Faya Kun, di Kantor Kepresidenan. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY hari Senin (21/4) sore menerima kru dan pemain Film Kun Faya Kun, di Kantor Kepresidenan. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta : Presiden SBY hari Senin (21/4) sore menerima kru dan pemain Film Kun Faya Kun, di Kantor Kepresidenan. Presiden SBY memang terus mendorong perkembangan ekonomi kreatif, salah satunya film, kata Jubir Presiden, Andi Mallarangeng kepada wartawan usai mendampingi Presiden menerima artis dan kru pendukung film Kun Faya Kkun, di Kantor Presiden.

“Sebagaimana kita ketahui, memang Presiden sekarang ini menggalakkan benar ekonomi kreatif. Salah satunya adalah film. Bangkitnya kembali film Indonesia bagian dari pengembangan ekonomi kreatif yang kalau kita lihat beberapa tahun terakhir semakin berkembang dan semakin kreatif pula. Dan salah satuya hari ini adalah film Kun Faya Kun,” kata Andi Mallarangeng.

Ustad Yusuf Mansyur, da'i muda penggagas film ini mengatakan bahwa pertemuan dengan Presiden SBY ini berawal dari ketidaksengajaan. “Film Kun Faya Kun ini diapresiasi oleh Presiden kemarin tanpa sengaja, ketika makan siang di acara syukuran dan doa kehamilan Mbak Anissa. Saya bercerita isi film ini tentang optimisme berpikir positif melihat ke depan jangan ke belakang, dan yakin terhadap kekuasaan Allah. Perjalanan memecahkan masalah dan mencapai hajat itu kemudian dibungkus dalam sebuah film yang diberi judul Kun Faya Kun,” kata Ustadz Mansyur.

Dijelaskan oleh Ustad Mansyur bahwa Presiden SBY berminat untuk menonton film ini. “Insya Allah Bapak Presiden dalam waktu dekat akan nonton bareng bersama Ibu, dan beberapa menteri dan wartawan. Bapak Presiden mendukung segala upaya yang bisa membangkitkan motivasi negeri ini, dan saya termasuk yang percaya bahwa kita bisa berubah, karena Allah masih ada di atas sana,” kata Ustadz Mansyur lagi.

Hadir bertemu dengan Presiden para pemain film itu seperti Agus Kuncoro, Desi Ratnasari, produser dan juga pihak penyandang dana. (nnf)