Berita Utama
Rabu, 23 April 2008, 16:01:24 WIB
Presiden Membuka Inacraft 2008
Ekonomi Kreatif Penting untuk Mengurangi Kemiskinan dan Pengangguran
Presiden SBY dan Ibu Negara hadir pada pembukaan Inacraft 2008, di JCC, Rabu (23/4) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Inacraft tahun 2008 ini merupakan penyelengaraan yang ke-10. Diikuti oleh 1.080 perusahaan dari 33 provinsi dan luar negeri, seperti Singapura, India, Thailand, Amerika Serikat, Pakistan, dan Tunisia. Inacraft berlangsung pada 23-27 April 2008 dan menempati lahan seluas 24.080 m2.
Dalam sambutannya, Presiden SBY mengatakan bahwa ini kehadirannya yang keempat dalam Inacraft. "Kalau tak ada aral melintang saya usahakan dapat hadir karena saya yakin dan percaya Inacraft membawa manfaat yang nyata. Saya yakin dan percaya kalau kerajinan dan ekonomi kreatif ditingkatkan, maka sektor riil meningkat, pengangguran dan kemiskinan berkurang. Ini bukti nyata sebagai industri UMKM jadi pilar penting dalam ekonomi dan menyumbang bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan negeri ini," kata Presiden.
Tahun lalu, kata Presiden, sumbangan industri kecil terhadap produk domestik bruto (PDB) Rp 105 triliun. "Lapangan kerja yang dibentuk besar, sekitar 4,5 persen atau 5 juta tenaga kerja baru. Industri kerajinan tumbuh 19,5 persen dengan total 620 juta dolar AS atau setara Rp 6 triliun,” SBY menjelaskan.
Untuk perhiasan, menyumbang 36,6 persen dengan nilai 953 juta dolar AS atau lebih dari Rp 9 triliun. “Ini sesuatu yang riil. Mari terus kembangkan industri kerajinan, perhiasan, ekonomi kreatif, dan budaya," ujar Presiden SBY.
Presiden menjelaskan, ekonomi kreatif penting untuk meningkatkan pertumbuhan industri. Kemiskinan dan pengangguran berkurang bila ekonomi tumbuh. “Karena itu, semua harus mengubahnya. Itulah mengapa industri kerajinan harus meningkat," Presiden menegaskan.
Usai membuka resmi Inacraft, Presiden SBY didampingi Ibu Negara selaku Pelindung Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla selaku Ketua Dekranas meninjau stan-stan peserta. Presiden dan rombongan, antara lain, mengunjungi Munti Bali Ceramic, stan Pemda Kalimantan Barat, stan Guruh Sukarno Putra yang menjual batik, Royal Silk Foundation and Garuda Indonesia, Indonesia Japan 50th Years The Collabo2, Tunisia, Malaysia, India,Lin's Leather, dan terakhir stan Pemda Nanggroe Aceh Darussalam. Di stan NAD ini Presiden disambut Gubernur NAD Irwandi Yusuf.
Turut mendampingi Presiden, antara lain, Mensesneg Hatta Rajasa, Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, dan Seskab Sudi Silalahi. (nnf)



