Berita Utama

Pencanangan Pembangunan Desa Model Daerah Tertinggal

Presiden SBY menyerahkan penghargaan  "Meretas Ketertinggalan Award" kepada Gubernur Jatim Imam Utomo, di Palangkaraya, Kalteng, Kamis (24/4) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menyerahkan penghargaan "Meretas Ketertinggalan Award" kepada Gubernur Jatim Imam Utomo, di Palangkaraya, Kalteng, Kamis (24/4) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Palangkaraya: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani menghadiri Pencanangan Pembangunan Desa Model Daerah Tertinggal di Indonesia dengan "Mamangun Tuntang Mahaga Lewu di Provinsi Kalimantan Tengah", di jalan Tjilik Riwut Km 5, Palangkaraya, Kamis (24/4) pagi. Pada saat bersamaan Presiden SBY juga meresmikan Pembukaan Rembug Desa Nasional serta Penyerahan Bantuan Langsung Masyarakat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang melaporkan, tidak mudah memajukan desa-desa tertinggal di Kalteng menjadi desa-desa maju. "Kami bersama unsur terkait dengan sekuat tenaga mengusahakan segala usaha untuk memajukan daerah-daerah tertinggal dengan program yang kita sebut dengan `Mamangun Tuntang Mahaga Lewu` atau program membangun dan memelihara desa," kata Teras Narang.

Program yang dilaksanakan pada tahun 2008-2010 ini, ujar Teras Nerang, bertujuan untuk menurunkan 126 desa tertinggal menjadi desa yang tidak tertinggal. "Untuk mensukseskan program tersebut, kami menempatkan 42 sarjana di masing-masing desa sebagai tenaga pendamping dengan honor Rp 1 juta per bulan yang diambil dari APBD," lanjutnya.

Sementara itu Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Lukman Edy dalam laporannya menjelaskan, guna memfokuskan pembangunan di daerah tertinggal, Kementerian Negara PDT menyusun program prioritas, yaitu Green Development. "Program tersebut meliputi Green Energy yang difokuskan pada desa yang tidak terjangkau PLN. Green Estate, yaitu penanaman tanaman tahunan terutama karet dan kelapa sawit. Green Bank, yaitu pendirian lembaga keuangan mikro di pedesaan. Green Movement untuk penguatan kelembagaan masyarakat. Dan Green Belt, penanganan daerah sepanjang garis perbatasan," Lukman Edy menjelaskan.

Presiden SBY kemudian menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pelaksanaan Pembangunan Desa Model antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Presiden SBY juga menyaksikan penyerahan secara simbolis KUR untuk Kalimantan Tengah yang diserahkan Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo sebesar Rp 221,675 miliar, Dirut BRI Sofyan Basyir senilai Rp 41,576 miliar, dan Dirut BNI Gatot M Suwondo senilai Rp 10,888 miliar.

Untuk daerah-daerah yang sukses memajukan daerahnya yang tertinggal, Presiden SBY menyerahkan "Meretas Ketertinggalan Award" kepada 10 daerah. Antara lain, Kalimantan Tengah, Jawa Timur, Gorontalo, Maluku Tengah, dan Tana Toraja. Presiden SBY kemudian menyerahkan bantuan secara simbolis berupa bantuan langsung masyarakat PNPM Mandiri senilai Rp 183,42 miliar, 88 unit Hand Tractor, dan bantuan 485 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Di akhir acara Presiden SBY berdialog dengan masyarakat Palangkaraya dan teleconference dengan masyarakat Kabupaten Kapuas serta Kota Waringin Barat. Hadir dalam acara tersebut, antara lain, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Gubernur Jawa Timur Imam Utomo, Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad, serta Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (osa)