Berita Utama

SBY: Indonesia tak Perlu Gamang Hadapi Krisis Pangan Dunia

Presiden SBY memberi sambutan pada acara penyerahan PNPM Mandiri di Palangkaraya, Kalteng, Kamis (24/4) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY memberi sambutan pada acara penyerahan PNPM Mandiri di Palangkaraya, Kalteng, Kamis (24/4) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Palangkaraya: Indonesia tidak perlu gamang, cemas, dan takut menghadapi krisis pangan dunia karena memiliki lahan yang apabila digunakan dengan baik dapat meningkatkan produksi pangan. Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya saat mencanangkan Pembangunan Desa Model Daerah Tertinggal di Indonesia, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (24/4) pagi WIT.

"Banyak orang tidak percaya kalau Indonesia bisa menuju swasembada beras, setelah dulu sekitar tahun 80an kita juga pernah berswasembada beras. Tahun 2007 pemerintah pusat dan daerah sepakat untuk meningkatkan produksi beras 2 juta ton tambahan," ujar SBY. "Meskipun banyak ditimpa bencana banjir, peningkatan produksi beras kita tahun 2007 sangat baik, bahkan terbaik dalam 10 tahun terakhir," lanjutnya.

"Tahun ini sesungguhnya kita bisa surplus, namun saya menginstruksikan untuk jangan dulu diekspor karena faktor global pangan dunia yang harganya meningkat tajam. Kita harus pandai mengelola produksi beras kita baik-baik, jangan sampai ada yang lari ke luar negeri sambil terus meningkatkan produksi pertanian yang lain seperti kedelai," SBY menegaskan.

Presiden SBY telah memerintahkan jajaran pemerintah pusat dan daerah untuk terus melakukan pengecekan penggunaan lahan atau tanah di Indonesia sejak dua tahun terakhir. "Ada tidak tanah yang terlantar dan lahan yang tidak digunakan? Ternyata ada dan jumlahnya tidak sedikit. Kepala Badan Pertanahan Nasional bekerjasama dengan departemen terkait dan pemerintah daerah menemukan ada sekitar 7-8 juta hektar tanah yang tidak dugunakan dengan baik di seluruh tanah air," kata SBY.

"Bahkan ada 1,7 juta hektar yang memiliki Hak Guna Usaha tapi kenyataannya tidak diolah dan tidak digunakan. Ini tidak boleh terjadi. Atas hasil pengecekan ini, mulai sekarang mari kita tertibkan kembali lahan dan tanah yang kita miliki untuk kesejahteraan rakyat," tandasnya. (osa)