Berita Utama

Presiden:

Basis Peningkatan Kesejahteraan adalah Pedesaan

Presiden SBY dan Ibu Negara menyaksikan rencana pembangunan Kalteng pada acara penyerahan PNPM Mandiri di Palangkaraya, Kalteng, Kamis (24/4) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Negara menyaksikan rencana pembangunan Kalteng pada acara penyerahan PNPM Mandiri di Palangkaraya, Kalteng, Kamis (24/4) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Palangkaraya: Basis peningkatan kesejahteraan masyarakat adalah pedesaan dan kecamatan. "Enam puluh persen penduduk Indonesia berada di daerah pedesaan dan enam puluh lima persen saudara-saudara kita yang masih miskin juga berada di daerah pedesaan," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya saat mencanangkan Pembangunan Desa Model Daerah Tertinggal di Indonesia, di Jl.Tjilik Riwut Km.5 Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (24/4) pagi WIT.

Tahun 2005 pemerintah telah melakukan revitalisasi pembangunan pertanian dan pedesaan. Hasilnya semakin nyata dan arahnya sudah benar. "Oleh karena itu mari dengan gigih dan penuh tanggungjawab kita sukseskan program revitalisasi ini," seru SBY.

"Sesungguhnya masyarakat kita makin cerdas. Banyak budaya dan kearifan lokal yang muncul. Jangan disia-siakan. Jadikan semuanya itu sebagai pendorong agar mereka lebih kreatif dan lebih bisa berbuat untuk membangun daerahnya," tambahnya.

"Saya sudah berkunjung ke banyak daerah selama 3.5 tahun ini. Saya sudah melihat daerah terpencil maupun daerah yang relatif maju. Kalau masyarakatnya diberdayakan, diajak serta, dibimbing, diberikan fasilitas, dan diberikan bantuan, hasilnya sungguh nyata dengan peningkatan kesejahteraan makin baik," Presiden menjelaskan.

Sejak tahun lalu dan seterusnya, pemerintah telah menertibkan, mengefektifkan, dan memperbaiki semua program untuk penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Sayang kalau anggaran negara besar, programnya berserakan dimana-mana, tidak terkoordinasi dengan baik maka hasilnya tidak optimal," Presiden menegaskan. Anggaran untuk mengurangi kemiskinan naik dengan tajam. Tahun 2004 sebesar Rp 19 triliun, naik menjadi Rp 24 triliun tahun 2005. Tahun 2006 Rp 41 triliun, 2007 naik jadi Rp 51 triliun dan tahun 2008 menjadi Rp 68 triliun. "Saya ingin anggaran yang besar itu sampai tepat pada sasarannya," ujar SBY.

Tampak hadir pada acara ini, antara lain, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Gubernur Jawa Timur Imam Utomo, Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad, serta Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (osa)