Berita Utama

Hari Kedua di Kalimantan

Presiden Hadiri Acara Percepatan Pembangunan Otda

Presiden SBY dan Ibu Ani bermain rebana usai  membuka pameran produk unggulan daerah se-Kalsel di Batu Licin, Jumat (25/4) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani bermain rebana usai membuka pameran produk unggulan daerah se-Kalsel di Batu Licin, Jumat (25/4) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Batulicin: Hari Kedua kunjungan kerja di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani menghadiri acara Percepatan Pembangunan Nasional Melalui Implementasi Otonomi Daerah dan membuka Pameran Produk Unggulan Daerah se-Kalimantan Selatan di Gedung Kapet, Batu Licin, Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (25/4) pagi. Dalam acara ini diserahkan pula Bantuan Langsung Masyarakat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Gubernur Kalsel Rudy Ariffin dalam laporannya menjelaskan, tujuan sistem desentralisasi adalah demokrasi dan kesejahteraan. Kalsel telah menjalankan pemilihan kepala daerah secara tertib yang mencerminkan kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi. "Kami memiliki tiga daerah pemekaran baru sehingga jumlah total kabupaten/kota di Kalimantan Selatan adalah 13 kabupaten/kota. Dan dari 13 kabupaten/kota, 9 diantaranya telah menyelenggarakan Pilkada sepanjang tahun 2005-2007 dan semuanya berlangsung aman," ujar Rudy.

Sementara itu dalam laporannya, Mendagri Mardiyanto mengajak seluruh bupati dan walikota, di daerah otonomi baru, untuk melakukan suatu refleksi apakah pembentukan daerah otonomi baru ini betul-betul tepat berorientasi kepada peningkatan pelayanan dan kesejahteraan rakyat.

"Rangkaian kegiatan guna percepatan pembangunan nasional melalui implementasi otonomi daerah diantaranya adalah rapat kerja gubernur, bupati, dan walikota otonomi baru. Kita mengevaluasi apakah sistem desentralisasi sudah sesuai dengan tujuan semula yaitu mewujudkan pelayanan publik yang baik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan meningkatkan daya saing daerah," kata Mardiyanto.

Usai itu, Presiden SBY dan Ibu Ani menyaksikan penyerahan secara simbolis KUR untuk Provinsi Kalsel dari Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo senilai Rp 149,11 miliar, Dirut BRI Sofyan Basyir sebesar Rp 48,128 miliar, dan Dirut BNI Gatot M. Suwondo senilai Rp 36.374 miliar.

Seperti di Kalteng, di Kalsel ini Presiden SBY menyerahkan bantuan secara simbolis berupa bantuan langsung masyarakat PNPM Mandiri senilai Rp 203,93 miliar dan 3200 paket sembako untuk masyarakat. Presiden juga meresmikan Jembatan Rumpiang, yang menghubungkan Ibukota Baritokoala dengan Banjarmasin. Jembatan ini menghabiskan dana Rp 174,3 miliar yang diambil dari APBN dan APBD.

Usai acara Presiden SBY meninjau pameran produk unggulan dan berdialog dengan penerima PNPM Mandiri dan KUR. Selanjutnya rombongan meninggalkan tempat acara menuju rumah Bupati Tanah Bumbu untuk menjalankan salat Jumat. Tampak hadir, antara lain, Menteri PU Djoko Kirmanto, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Hatta Rajasa, serta Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (osa/win)