Berita Utama

"Apakah Otda Sudah Baik? Belum. Tapi tidak Usah Cemas," Kata Presiden

Presiden SBY menyerahkan bantuan kepada masyarakat Jumat (25/4) pagi, di Batu Licin Kab. Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY menyerahkan bantuan kepada masyarakat Jumat (25/4) pagi, di Batu Licin Kab. Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. (foto: haryanto/presidensby.info)
Tanah Bumbu: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta jajaran pemerintahan, gubernur, bupati/walikota, untuk introspeksi dan mengevaluasi apakah tujuan otonomi daerah sudah dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat dan pemekaran demokrasi sudah dijalankan. Hal itu dikatakan Presiden SBY, Jumat (25/4) pagi, di Batu Licin Kab. Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, dalam sambutannya pada HUT ke-12 Otonomi Daerah yang dihadiri seluruh Gubernur dan Bupati Kabupaten Pemekaran se Indonesia.

"Kalau sudah dijalankan, allhamdulillah. Kalau belum, mari kita terus melakukan pembenahan dan penyempurnaan," kata Presiden SBY. Dengan otonomi daerah, lanjut Presiden, diharapakan pelayanan lebih cepat, lebih tepat, murah dan mudah. "Karena pemerintah daerah langsung berhadapan dengan rakyat," Presiden menambahkan.

Menurut SBY, dengan otda masyarakat diharapkan lebih aktif berpartisipasi. Ikut memikirkan, bahkan dalam hal-hal tertentu, ikut memutuskan dan kemudian diberdayakan kembali. "Mari kita nilai apakah sudah tercapai partisipasi dan pemberdayaan masyarakat itu, dan akhirnya dengan otda maka para pimpinan daerah dengan kreativitasnya, inovasinya, bisa meningkatkan daya saing masing-masing, untuk ekonomi dan peningkatan kesejahteraan. Kalau sudah tercapai bagus, kalau belum tercapai harus mulai kita lakukan pembenahan dan perbaikan sungguh-sungguh," ujar SBY.

"Beberapa kali saya katakan, kepala daerah sekarang ini tidak hanya berfungsi sebagai administrator. Tetapi dengan otda, globalisasi, dinamika yang sangat dari ekonomi di kawasan, seorang kepala daerah juga seorang inovator, pembaharu. Dengan idenya, pikirannya, gagasannya, menguasai ekonomi, menguasai dunia usaha, mengerti peluang, maka dengan demikian otonomi daerah membawa kemajuan dan daya saingnya akan meningkat," Presiden mengingatkan.

"Kalau saya ditanya apa sudah baik-baik saja permasalahan otonomi daerah itu, apakah semuanya sudah baik, saya katakan belum. Tapi saya katakan tidak usah cemas, karena negara lainpun begitu dalam proses desentralisasi dan devolusi memerlukan waktu belasan bahkan puluhan tahun. Kita belum lama, baru sekitar sepuluh tahun. Mari dengan sadar, dengan niat yang baik, kita terus sempurnakan pelaksanaan otda ini," kata Presiden SBY.

Dikatakan Presiden SBY, banyak yang harus dihadirkan agar lebih jelas. Misalnya pembagian urusan pemerintah pusat, pemprov, pemkab, dan pemkot. "Kita sudah terbitkan peraturan pemerintah, saya sudah tanda tangani pembagian urusan itu. Mari kita jalankan sebaik-baiknya agar efektif, efesien, cepat, dan tepat dalam realisasinya," tutur Presiden.

Turut hadir dalam acara ini, antara lain, Menteri PU Djoko Kirmanto, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Hatta Rajasa, serta Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (win/osa)