Berita Utama

Resmikan Tol Waru - Bandara Juanda

Presiden: Mari Kita Lawan Spekulan Tanah yang Hambat Pembangunan

Presiden SBY meninjau display proyek usai meresmikan  beberapa proyek infrastruktur di Jatim, hari Minggu (27/4) siang.(foto: muchlis said/presidensby.info)
Presiden SBY meninjau display proyek usai meresmikan beberapa proyek infrastruktur di Jatim, hari Minggu (27/4) siang.(foto: muchlis said/presidensby.info)
Sidoarjo: Seringkali pembangunan infrastruktur di Indonesia jadi terhambat karena persoalan pengadaan lahan. Oleh karena itu pemerintah bersama seluruh rakyat Indonesia perlu bekerjasama dalam pengadaan lahan dan pembebasan tanah. "Dulu banyak cerita kalau pembebasan tanah rakyat dirugikan. Sekarang, kita harus berikan haknya kepada rakyat yang lahannya akan diugunakan untuk kepentingan publik," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Minggu (27/4) pagi, saat meresmikan jalan tol Simpang Waru - Bandara Juanda, Sidoarjo, Jatim.

Pada acara peresmian beberapa proyek infrastruktur di Jatim ini, Presiden juga menyeahkan bantuan langsung masyarakat PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) dan KUR (Kredit Usaha Rakyat) di Area Gerbang Tol Juanda. Menurut Presiden,
pembangunan infrastruktur di Indonesia jangan sampai terhambat karena spekulan tanah. "Para spekulan mendapatkan keuntungan bermilyar-milyar rupiah, sedangkan rakyat dirugikan. Jangan sampai itu terjadi, karena yang kami utamakan adalah rakyat. Mari kita cerdas dan sadar. Mari bersama kita lawan spekulan tanah yang menghambat pembangunan infrastruktur," tegas Presiden yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari para peserta.

Usai peresmian, Presiden SBY beserta seluruh rombongan meninjau panel-panel visualisasi proyek-proyek infrastruktur yang diresmikan dan display produk kerajinan masyarakat pemanfaat PNPM Mandiri. Usai melakukan peninjauan, Presiden didampingi Gubernur Jawa Timur Imam Utomo dan para menteri menuju ke Kabupaten Pasuruan, selanjutnya menghadiri acara peringatan HUT Gerakan Pemuda Ansor yang akan dilaksanakan di GOR Sasana Krida Anoraga, kabupaten Pasuruan.

Tampak hadir mendampingi Presiden SBY antara lain Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Menakertrans Erman Suparno, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menag Maftuh Basyuni, Menkominfo M. Nuh, Menneg LH Rachmat Witoelar, Menpera Yusuf Asy'ari, Menpora Adhyaksa Dault serta dua Jubir Kepresidenan, Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (mit)