Berita Utama

Presiden Hadiri Harlah GP Ansor di Pasuruan

Tinta Emas Ansor Dalam Sejarah Indonesia

Presiden SBY disambut Ketua Umum GP Ansor Saifullah Yusuf pada peringatan Harlah GP  Ansor di GOR Sasana Krida Anoraga, Pasuruan, Jatim, Minggu (27/4) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY disambut Ketua Umum GP Ansor Saifullah Yusuf pada peringatan Harlah GP Ansor di GOR Sasana Krida Anoraga, Pasuruan, Jatim, Minggu (27/4) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Pasuruan: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi sejumlah menteri, hari Minggu (27/4) siang menghadiri acara peringatan Harlah ke 74 GP (Gerakan Pemuda) Ansor bertemakan Berpadu Membangun Negeri, di GOR Sasana Krida Anoraga, Desa Raci, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Dalam laporannya, Saifullah Yusuf mengatakan acara ini dihadiri lebih dari 8.000 anggota Ansor dan Banser (Barisan Ansor Serba Guna) yang datang dari seluruh Indonesia. Ia mengatakan, GP Ansor akan merasa senang apabila diajak untuk ikut berpartisipasi dalam membangun negara.

Sementara dalam sambutannya, Presiden SBY antara lain mengatakan, peran Ansor terhadap kemerdekaan Indonesia telah tercatat dalam tinta emas sejarah Republik Indonesia. "Sebelum Indonesia merdeka, Ansor melakukan salah satu gerakan nasional yang bertumpu pada keyakinan besar bahwa Indonesia akan jadi negara yang merdeka dan sejahtera. Sejak itulah Ansor telah mengobarkan wawasan kebangsaan, meskipun Indonesia masih dijajah bangsa lain. Setelah Indonesia merdeka, peran dan kewajiban Ansor juga berlanjut. Pada awal kemerdekaan, GP Ansor aktif dalam membangun bangsa. Lengkaplah sudah apa yang dilakukan GP Ansor sebelum kemerdekaan hingga sekarang dan Insya Allah sampai selanjutnya," kata SBY.

Kepada seluruh keluarga besar Ansor, Presiden SBY berharap agar Ansor mampu menjalankan kehidupan islami yang relijius serta mampu menjadi contoh bagi masyarakat, mampu menegakkan demokrasi dan keadilan di Indonesia, serta membangun peluang baru dari berbagai krisis untuk menyejahterakan rakyat. "Saya berharap GP Ansor dapat menjadi barisan terdepan dalam mencari solusi dari segala permasalahan yang dihadapi oleh rakyat Indonesia," kata SBY yang disambut dengan tepukan tangan yang meriah dari seluruh anggota.

Usai mengikuti seluruh rangkaian acara, Presiden SBY beserta seluruh rombongan langsung menuju bandara Juanda untuk lepas landas menuju Jakarta dengan Pesawat Khusus Kepresidenan Boeing 737-500. Presiden dan seluruh rombongan dilepas oleh Gubernur Jawa Timur Imam Utomo dan seluruh anggota Muspida provinsi Jawa Timur.

Beberapa menteri yang ikut rombongan Presiden ke Jataim antara lain Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Menakertrans Erman Suparno, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menag Maftuh Basyuni, Menkominfo M. Nuh, Menneg LH Rachmat Witoelar, Menpera Yusuf Asy'ari, Menpora Adhyaksa Dault serta dua Jubir Kepresidenan, Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (mit)