Berita Utama

Presiden pada Harlah GP Ansor

Kesulitan akan Jadi Berkah Bila Ditata Dengan Baik

Presiden SBY menyampaikan sambutan pada peringatan Harlah GP  Ansor di GOR Sasana Krida Anoraga, Pasuruan, Jatim, Minggu (27/4) siang. (foto: cahyo/presidensby.info)
Presiden SBY menyampaikan sambutan pada peringatan Harlah GP Ansor di GOR Sasana Krida Anoraga, Pasuruan, Jatim, Minggu (27/4) siang. (foto: cahyo/presidensby.info)
Sidoarjo: Harga minyak dunia yang tiba-tiba melonjak, sangat tidak bersahabat membuat kalang kabut perekonomian dunia. Tapi seluruh rakyat Indonesia harus tetap tegar, tidak putus asa dan selalu berusaha mencari solusi.

Saat menyampaikan sambutan pada acara peringatan Harlah (Hari Lahir) ke 74 tahun GP Ansor di GOR Sasana Krida Anoraga, Desa Raci, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (27/4) siang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak untuk mencontoh sifat dan perilaku Nabi Muhammad SAW saat menghadapi persoalan.

"Nabi Muhammad SAW berhasil membangun negara, melakukan reformasi yang mengubah keadaan negara dari jaman kegelapan kepada cahaya iman yang terang benderang. Beliau adalah pemimpin yang tegar, tawakal dan senantiasa bersyukur. Marilah kita contoh sifat dan perilaku beliau. Apabila mencontoh sifat dan perilaku Nabi, maka seberat apapun persoalan, pasti akan ada jalan keluarnya dengan kerja keras," kata Presiden.

SBY juga mengingatkan agar kita tidak mudah putus asa dan pesimis untuk berbenah diri, di saat kondisi sedang tidak bersahabat. "Sesungguhya dengan mahalnya harga pangan di dunia, bagi Indonesia itu bukan musibah, tapi menjadi berkah apabila kita sadar bahwa tanah air kita diolah dengan benar, ditata dengan baik, yang tumpang tindih dibereskan, maka kita tidak akan kekurangan pangan," jelas SBY. Oleh karena itu, Presiden SBY mengajak seluruh keluarga GP Ansor untuk tingkatkan produksi pangandi Indonesia dari sekarang dan ke depan. (mit)