Berita Utama
Selasa, 29 April 2008, 12:30:28 WIB
Soal Penyerangan Terhadap Presiden Timor Leste
Indonesia Ingin Pelaku Segera Dibawa ke Pengadilan
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali menyatakan simpati atas insiden penembakan Presiden Timor Leste Ramos Horta dan Perdana Menteri Xanana Gusmao, serta mengutuk pelaku penyerangan pada 11 Februari 2008 tersebut. "Indonesia mengutuk kejahatan itu dan mendukung penuh demokrasi serta mengakui Timor Leste sebagai pemerintahan demokrasi yang sah di negara itu," tegas Presiden SBY dalam konferensi pers bersama dengan PM Xanana Gusmao di Istana Merdeka, Selasa (29/4) siang, usai melakukan pertemuan bilateral.Indonesia dan Timor Leste, lanjut SBY, akan terus melakukan kerjasama di dalam bidang penegakan hukum. Presiden berharap pihak Kejaksaan Agung Timor Leste dan Kepolisian Indonesia segera membawa pelaku penyerangan itu ke pengadilan. "Dan dengan kerjasama yang baik serta kegigihan dan profesionalisme Polri, kita dapat menahan empat orang warga negara Timor Leste yang terlibat dalam penyerangan tersebut. Kerjasama terus dilakukan dalam suasana yang penuh dengan kemitraan," kata Presiden SBY kepada para wartawan.
Selain kerjasama bidang penegakan hukum, Indonesia dan Timor Leste juga akan terus meningkatkan kerjasama di bidang pendidikan. "Indonesia menyambut baik siswa-siswa dari Timor Leste yang menuntut ilmu di Indonesia," kata Presiden SBY. Sebagai tindak lanjut dari hasil pertemuan Presiden Ramos Horta dan Presiden SBY di Jakarta pada 5 Juni 2007, telah dioperasikan Pusat Kebudayaan Indonesia di Dili di bawah pengelolaan KBRI Dili. "Hal ini sangat baik untuk meningkatkan persahabatan kedua negara," lanjut Presiden.
Tak hanya pendidikan di bidang akademis, namun Indonesia dan Timor Leste juga akan meningkatkan kerjasama pendidikan di bidang militer, seperti pertukaran pelatihan perwira-perwira militer Timor Leste dengan Indonesia.
Indonesia dan Timor Leste juga membahas memgenai peningkatan kerja sama di bidang pemberantasan korupsi. "Kami berharap bisa menggalang kerjasama dalam rangka pemberantasan korupsi agar pemerintahan kedua negara dapat berjalan dengan baik," jelas SBY.
Presiden SBY dan PM Timor Leste Xanana Gusmao juga membahas mengenai kelanjutan dari penentuan garis batas negara. "97 persen sudah dapat diselesaikan, kita harapkan dapat dirampungkan penetapan garis batas itu tahun ini atau tahun depan," kata Presiden SBY.
Hal lain yang dibahas dari pertemuan bilateral tersebut adalah mengenai laporan final dari Komisi Kebenaran dan Persahabatan. "Kami masih menunggu laporan final dari Komisi Kebenaran dan Persahabatan yang sama-sama dibangun untuk menuntaskan persoalan masa lalu demi persahabatan dan kerja sama yang lebih kokoh di masa depan," papar Presiden SBY yang didampingi oleh PM Timor Leste.
selain itu, tiga isu regional juga dibahas oleh kedua belah phak, diantaranya adalah dukungan Indonesia terhadap perpanjangan mandat dari UNMIT di Timor Leste serta dukungan penuh Indonesia dalam rangka peningkatkan stabilitas dan keamanan di Timor Leste, dukungan Indonesia terhadap Timor Leste untuk membantu Timor Leste dalam melakukan persiapan ke arah keanggotaan ASEAN, serta harapan dari Presiden SBY agar Timor Leste untuk selalu memberikan komitmen dan mendukung serta mengembangkan Coral Triangle Initiative.
Sementara itu, PM Timor Leste Xanana Gusmao, menyatakan terima kasihnya atas dukungan Indonesia terhadap Timor Leste. "Seperti yang kita semua ketahui, bahwa kami memiliki komitmen yang besar untuk membangun Timor Leste, karena tahun ini, kami memasuki tahun reformasi. Oleh karena itu, kami hadir hari ini untuk meminta saran dari saudara-saudara kami di Indonesia yang lebih berpengalaman dalam hal ini dalam rangka membangun negara kami, Timor Leste," ujar Xanana dalam konferensi pers bersama SBY. Xanana juga mengemukakan bahwa dengan adanya kunjungan ini, maka hubungan antara Indonesia dan Timor Leste akan semakin erat.
Usai mengadakan konferensi pers bersama, Presiden SBY dan PM Timor Leste beserta seluruh tamu negara, mengikuti jamuan santap siang di Istana Negara. Di dalam jamuan tersebut, Presiden SBY didampingi oleh Menko Polhukam Widodo AS, Menko Perekonomian Boediono, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Mendagri Mardiyanto, Menlu Hassan Wirajuda, Menhan Juwono Sudarsono, Menteri Hukum dan HAM Andi MAttalatta, Mendag Mari Elka Pangestu, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Mentan Anton Apriyantono, Menkes Siti Fahdillah Soepari serta Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal. (mit)



