Fokus

Rabu, 30 April 2008, 20:30:55 WIB

Presiden:

Dunia Alami Dua Krisis Baru, Yaitu Krisis Energi dan Krisis Pangan

 

Presiden SBY dalam keterangan persnya,  Rabu (30/4) malam di Istana Merdeka. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY dalam keterangan persnya, Rabu (30/4) malam di Istana Merdeka. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Dunia mengalami dua krisis baru. Pertama adalah krisis energi dan kedua adalah krisis pangan. "Sebagian pakar ekonomi meramalkan akan terjadi resesi ekonomi atau perlambatan ekonomi dunia yang diawali dengan perlambatan ekonomi di Amerika Serikat. Sekarang kita mulai merasakan dampaknya. Harga pangan sejak beberapa bulan yang lalu terjadi kenaikan. Sejak itu pemerintah telah melakukan berbagai upaya dengan kebijakan stabilisasi harga dengan tujuan agar harga tidak terus naik,"


Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam bagian lain rekaman keterangan persnya yang menjelaskan persoalan dan tantangan baru yang dihadapi Indonesia akibat persoalan di tingkat dunia di Istana Merdeka, Rabu (30/4) malam.
"Tentu saja itu solusi jangan pendek. Untuk solusi jangka panjang dan menengah adalah meningkatkan produksi pangan dalam negeri," tegasnya.

Selaku seorang yang sedang mengemban amanah, Presiden SBY secara jujur mengungkapkan bahwa masalah yang dihadapi bangsa ini sangat berat. Oleh karena itu pemerintah terus berupaya mencarikan solusinya. "Saya meminta pengertian dan dukungan seluruh rakyat Indonesia agar semua kerja keras pemerintah terus berhasil. Kesulitan ekonomi seperti ini bukan hanya dialami bangsa kita, tapi juga bangsa-bangsa lain. Saya mengajak saudara-saudara untuk memikirkan suatu hal agar krisis minyak dan pangan ini dapat dijadikan peluang atau berkah bagi bangsa ini," kata Presiden SBY. SBY mencontohkan jutaan hektar tanah di Indonesia yang belum dimanfaatkan secara maksimal, bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi jagung atau kedelai yang berujung pada peningkatan penghasilan petani.

Untuk bidang energi, Presiden SBY meminta masyarakat Indonesia untuk hemat energi. "Bangsa kita ini masih tergolong bangsa yang boros. Saya menginstruksikan kepada seluruh kantor dan instansi pemerintah untuk melakukan penghematan termasuk membatasi pemakaian kendaraan dinas dan kendaraan pribadi," terangnya.

"Meskipun keadaan ekonomi kita mengalami masalah yang berat, saya mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk bersikap optimis dan berpikir positif serta tegar dan terus mencari solusi. Seberat apapun pasti akan ada jalan keluar. Semoga di masa sulit kita dapat lebih kompak bersama-sama mengatasi persoalan ini," tegas SBY.

Pada kesempatan itu pula Presiden SBY mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang sabar dan mendukung program-program pemerintah. (osa)

 

 

Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Resmi Presiden Republik Indonesia - Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono
Hak Cipta dilindungi Undang-undang