Berita Utama

Presiden di Magelang:

Kalau Ada PHK, Saya Menangis

Presiden SBY menyampaikan sambutan pada acara penyerahan bantuan PNPM di Magelang, Jawa Tengah, hari Jumat (2/5) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menyampaikan sambutan pada acara penyerahan bantuan PNPM di Magelang, Jawa Tengah, hari Jumat (2/5) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Magelang: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengikuti dan paham aspirasi buruh yang disuarakan dalam demo menyambut Hari Buruh Internasional di berbagai tempat kemarin. Sesungguhnya tujuan buruh dan pemerintah sama. "Kalau ada PHK, saya menangis," kata Presiden dalam silaturami dengan pekerja/buruh, perajin pahatan, dan penyerahan bantuan langsung masyarakat Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, di Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (2/5) pagi.

Dalam demo-demo memperingati Hari Buruh itu, Presiden SBY menangkap sejumlah aspirasi pekerja. Antara lain, masalah outsourcing, kontrak kerja, upah, kenaikan harga pangan dan bahan bakar minyak. "Pemerintah juga berpikir sama, bagaimana hak buruh dapat dipenuhi, kesejahteraan ditingkatkan sehingga kehidupan pekerja dan keluarganya semakin baik," Presiden SBY menjelaskan.

Untuk menghadapi krisis pangan dan energi dunia,SBY meminta dunia usaha dan pekerja mengembangkan pola hubungan yang baik, dalam konteks bipartit maupun tripartit. "Kalau ada persoalan, mari kita cari solusi yang damai,"Presiden menambahkan.

Terhadap persoalan krisis pangan, yang juga dialami negara-negara lain, pemerintah telah melakukan program stabilisasi harga pangan. Anggaran triliunan rupiah telah dikucurkan untuk menahan harga pangan melonjak drastis. "Untuk jangka panjang, kita harus meningkatkan produktivits pangan," ujar Presiden SBY.

Dalam soal energi, pemerintah menempuh langkah mengurangi penggunaan energi secara boros, seraya mengajak masyarakat berhemat. "Saya mengajak kita semua untuk hemat energi," seru SBY.

Pada akhir sambutannya, Presiden SBY kembali menyampaikan perhatiannya terhadap persoalan pekerja atau buruh. Presiden mendengar aspirasi mereka yang disampaikan dalam sejumlah demo kemarin. "Bukan hanya anda yang protes jika ada PHK, saya juga menangis," katanya, disambut tepuk tangan hadirin.

Usai makan siang, Presiden SBY dan Ibu Ani keliling untuk meninjau pameran produk perajin lokal. Setelah itu, Presiden dan rombongan meninggalkan lokasi menuju Yogyakarta dengan berkendara mobil untuk kemudian terbang kembali ke Jakarta, melalui bandara Adisutipto, pada pukul 15.00. (har)