Berita Utama

Presiden Hadiri Milad PKS

PKS Harus Jadi Pelopor Menuju Indonesia Sejahtera

Presiden SBY memberi sambutan pada Milad ke 10 PKS, di Gelora Bung Karno, Minggu (4/5) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY memberi sambutan pada Milad ke 10 PKS, di Gelora Bung Karno, Minggu (4/5) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono, hari Minggu (4/5) pagi menghadiri Tasyakuran Milad (ulang tahun ) ke-10 Partai Keadilan Sejahtera (PKS), di Gelora Bung Karno.

Milad inji dihadiri oleh Presiden SBY ini dibanjiri sekitar 150 ribu kader dan simpatisan PKS yang berdatangan dari Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pada kesempatan ini Ketua Panitia Nasional Milad PKS, Mustafa Kamal, menjelaskan bahwa dalam tasyakuran ini, PKS meluncurkan program Aksi Tanggap Pangan (Sigap Pangan ).

Dalam sambutannya, Presiden SBY menyambut baik tema Milad ke-10 PKS, yaitu Bangkit Bersama Membangun Negeri. "Ini tema yang tepat, relevan dan saya dukung agar bangsa ini benar-benar bangkit secara bersama menuju masa depan yang lebih baik. Saya menangkap nuansa dan pesan-pesan dalam pilar ke-10 ini dalam satu kata yang indah, bangkit bangsaku, harapan itu masih ada," kata Presiden.

"Kita bersyukur karena ini adalah sifat yang optimis, pikiran yang positif kalau kita bukan hanya PKS, tapi seluruh rakyat Indonesia bersikap optimis, berpikiran positif, bersatu bersama dan kerja keras dengan ridho Allah SWT persoalan bangsa kita bisa atasi dan masa depan kita bisa lebih baik dari sekarang in," lanjut Presiden.

PKS lahir bersama reformasi pada tahun 1998. Oleh karena itu SBY berharap keluarga besar PKS untuk terus ikut menjadi pelopor untuk melanjutkan reformasi menuju Indonesia yang aman yang adil dan sejahtera. "Salah satu perubahan yang terjadi di era reformasi ini adalah mekarnya kehidupan demokrasi. Kita ingin demokrasi dan kebebasan yang pernah tumbuh di sini tetap disertai ahlak dan tanggung jawab," Presiden menjelaskan.

Demokrasi, tambah Presiden, perlu mengedepankan politik yang santun dan cerdas. Demokrasi diharapkan juga mengedepankan argumentasi dan solusi, bukan kekuatan apalagi kekerasan. Pendek kata, dalam demokrasi diperlukan ahlak keadilan dan kepatuhan pada pranata hukum. "Saya sambut baik keluarga besar PKS untuk ikut mempelopori kehidupan bernegara dan pemerintahan yang bersih. Ini adalah amanat reformasi. Ini adalah PR kita bersama agar bangsa kita makin ke depan bersih dan makin cerah. Membangun sistem dan tata kehidupan yang bersih harus dimulai dari hati kita, pikiran kita, dan niat kita. Marilah bersama-sama kita sinergikan langkah kita agar upaya bersama kita untuk memberantas korupsi, membangun tata pemerintahan yang baik dan mencegah politik berbiaya tinggi semakin berhasil dan berhasil di masa depan, kalau kita teguh dan konsisten bekerja keras," kata Presiden.

Masa depan Indonesia akan berhasil dan makin mendatangkan kebaikan bagi kita semua. PKS tentu perduli terhadap kesejahteraan rakyat, demikian pula pemerintah. "Itulah sebabnya kami sekarang ini sedang serius meningkatkan kesejahteraan rakyat untuk terus-menerus menanggulangi kemiskinan. Pemerintah menganggarkan puluhan triliun rupiah dan sumberdaya yang lain dalam bentuk perlindungan dan bantuan sosial, seperti beras bagi saudara kita yang miskin, bantuan pendidikan dan kesehatan, bantuan tunai bersyarat dan berbagai bantuan, untuk menolong saudara-saudara kita itu," kata Presiden.

"Kami juga melaksanakan program PNPM Mandiri dengan alokasi anggaran dan sumber daya agar pembangunan lokal bisa berjalan dengan baik. Kami membantu kredit usaha kecil agar usaha kerakyatan itu terus berkembang dengan pola jaminan pemerintah, sebagaimana yang dilaksanakan oleh masyarakat dunia, mengingat kemiskinan masih menghantui bangsa-bangsa lain di dunia. Kami sepakat 15 tahun ke depan dengan program milenium development goals, ingin terus mengurangi kemiskinan menuju angka separuhnya. Kita jalankan program dan kebijakan yang amat intensif, saya mengajak PKS untuk terus peduli dan kuat seperti yang diserukan pimpinan-pimpinan PKS, turunkan kemiskinan dan tingkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Presiden.

"Saya juga berharap bantuan masyarakat diberikan kepada yang terkena musibah yang dilakukan PKS terus dilanjutkan ke depan ini. Benar apa yang disampaikan oleh ketua PKS bahwa dunia sedang tidak bersahabat. Ada krisis pangan, krisis energi dunia yang memukul perekonomian kita, memukul ekonomi bangsa-bangsa di dunia. Saya sungguh berterimakasih atas kepedulian PKS terhadap masalah ini. Pemerintah telah, sedang dan akan terus menangani masalah yang tidak ringan ini. Di bidang pangan jangka pendek, ada stabilisasi harga pangan. Jangka menengah dan panjang solusinya adalah meningkatkan produksi dan produktivitas pangan. Saya harap PKS bersama kita semua menjadi pelopor dalam meningkatkan produksi pangan," kata Presiden.

Di bidang energi, lanjut Presiden, kita harus melaksanakan diversifikasi, pembatasan volume BBM, dan mencegah pemborosan, dan penghematan energi nasional. "Saya berharap kader-kader PKS berdiri di depan untuk memastikan program penghematan nasional berjalan dengan baik. Tadi disebut APBN kita mengalami apa pukulan yang berat karena subsidi memang melonjak dengan tajam. Kita terus berikhtiar mencari solusi , sejak awal saya katakan kita harus mencari solusi yang lain, dan tidak berpikir terlalu cepat untuk menaikkan BBM. Menaikkan harga BBM adalah cara terakhir bila tidak ada cara yang lain. Marilah kita bersama-sama mencarikan solusi ini sebaik-baiknya, terbaik untuk bangsa tapi juga membantu saudara-saudara kita yang miskin," lanjutnya.

"Terakhir, pada kesempatan ini, mengingat kita sedang mengalami persoalan pangan dan energi yang membebani kehidupan masyarakat, terutama golongan menengah bawah, saya menyerukan seluruh rakyat Indonesia yang kuat bantulah yang lemah, yang kaya bantu yang miskin. Mendapat keuntungan lebih karena tingginya BBM, bantulah rakyat dan negara. Dengan demikian tidak menjadi makmur sendiri-sendiri. Kita ingin makmur bersama, oleh karena itu kalau ada masalah marilah kita tingkatkan kepedulian dan tingkat sosial yang tinggi, " kata Presiden.

Tampak hadir dalam acara itu antara lain Ketua MPR-RI Hidayat Nurwahid, Meneg Pora Adhyaksa Dault, Menteri Pertanian Anton Apriantono, Presiden PKS Tifatul Sembiring, Wiranto, Akbar Tanjung, Sutiyoso, Syarief Hasan, Fuad Bawazier, Anis Matta. (nnf)