Berita Utama

SBY Santap Siang dengan Pimpinan Media Massa

Beri Ruang Pemerintah Menjelaskan Kebijakan kepada Rakyat

Presiden SBY bersama Wapres JK dan tokoh media massa, dalam acara santap siang bersama, di Istana Negara, Senin (5/5) siang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY bersama Wapres JK dan tokoh media massa, dalam acara santap siang bersama, di Istana Negara, Senin (5/5) siang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap kepada seluruh insan pers nasional memberikan ruang kepada pemerintah Indonesia untuk menjelaskan kepada rakyat mengenai solusi-solusi serta berbagai kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan harga BBM serta krisis pangan. Hal tersebut dikatakan oleh Presiden SBY dalam acara Jamuan Santap Siang Bersama Pemimpin Media Massa dan Tokoh Media di Istana Negara, Senin (5/5) siang.

Dalam acara ini hadir 70 tamu undangan dari berbagai kalangan media massa. Presiden SBY didampingi Wapres Jusuf Kalla, Menko Polhukam Widodo AS, Menko Perekonomian Boediono, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Mendagri Mardiyanto, Mendiknas Bambang Soedibyo, Menhan Juwono Soedarsono, Menkominfo M. Nuh serta Kapolri Jenderal Polisi Sutanto.

Presiden menegaskan kembali bahwa krisis energi dan pangan yang melanda seluruh dunia ini harus diatasi bersama-sama. PBB telah membentuk High Level Task Force yang akan membantu proses stabilisasi harga di berbagai belahan dunia. "Saya ingin betul kekuatan pers yang sangat dahsyat untuk menstabilisasikan harga energi dan pangan," ujar Presiden SBY kepada seluruh insan media massa.

Presiden SBY berharap bahwa seluruh insan pers di Indonesia dapat membantu dengan memberitakan seluruh kebijakan pemerintah secara jelas agar kita semua dapat mengatasi keadaan ini dan masyarakat dapat mengerti keadaan yang sedang terjadi. Seluruh jajaran pemerintah dan media massa harus bekerja sama untuk mencari solusi dari krisis ini. "Kebersamaan kita yang genuin dan terbuka, obyektif, mengagendakan masalah ini, menjadi suatu pekerjaan rumah untuk pemerintah agar dapat menjalankan sesuai dengan kewenangan tugasnya. Sangat penting, agar bangsa ini merasakan apa yang dialami. Apabila negara ini susah, maka mereka mengerti apabila pemerintha mengambil sejumlah policy untuk kepentingan yang lebih besar bagi bangsa," SBY menjelaskan.

Selain itu, SBY juga berharap media massa berterus terang dalam memberitakan keadaan negara kepada masyarakat luas. "Kalau negara kita mengalami persoalan, jangan diberitakan yang baik-baik saja. Mari kita cari solusinya bersama. Kebijakan apapun yang kita pilih nanti, tolong diwartakan kepada rakyat," ujar Presiden SBY. Kebijakan-kebijakan yang akan diambil pemerintah menyangkut harga BBM, lanjut SBY, akan dibahas bersama Wapres Jusuf Kalla dan menteri-menteri terkaitan, di Kantor Presiden, usai jamuan makan siang tersebut.

Tokoh pers yang hadir dalam acara ini, antara lain, Jakob Oetama, Dahlan Iskan, Hary Tanoesoedibjo, Surya Paloh, Anindia Bakrie, Rosihan Anwar, Karni Ilyas, Rosiana Silalahi, Arief Suditomo, serta Ichlasul Amal. (mit)