Berita Utama

Presiden pada Milad Ke-80 Tarbiyah Islamiyah

Indonesia Tidak Akan Maju Jika Tidak Berdaya Saing

Presiden SBY saat menyampaikan sambutan Milad ke-80 Tarbiyah Islamiyah, di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (6/5) malam. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY saat menyampaikan sambutan Milad ke-80 Tarbiyah Islamiyah, di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (6/5) malam. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Pemerintah menyadari bahwa pendidikan sangat penting bagi masyarakat Indonesia. "Negara kita tidak akan jadi negara maju kalau manusia Indonesia tidak unggul dan berdaya saing. Cara untuk membangun daya saing bangsa adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikan," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam acara Milad ke-80 Tarbiyah Islamiyah, di Hotel Sahid Jakarta, Selasa (6/5) malam.

Oleh karena itu, pendidikan mendapatkan priorotas yang tinggi dari pemerintah. Anggaran pendidikan bertambah terus setiap tahun, sejalan dengan anggaran dan pemasukan negara. "Pemerintah memberikan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pada tahun 2007 sejumlah Rp 10,4 triliun yang mencakup 35,2 juta siswa, tahun ini menjadi Rp 12,5 triliun dan mencakup 41,9 juta siswa. Pemerintah juga memberikan beasiswa sejumlah Rp 2,3 triliun dan mencakup 2,95 juta siswa," Presiden SBY menjelaskan.

Di dalam kesempatan itu, Presiden SBY juga mengingatkan kembali agar rakyat tetap tenang pada tahun politik menjelang Pemilu 2009. "Tahun ini tahun politik. Keniscayaan demokrasi yang harus sukseskan. Mari jalankan demokrasi yang baik. Mari kita ekspresikan kebebasan yang disertai akhlak yang bertaggung jawab. Marilah berkompetisi secara sehat. Mari kita lakukan politik yang bersih, cerdas dan santun. Apabila dilakukan, demokrasi akan dapat dijalankan secara tertib, aman dan bebas dan rakyat yang akan diuntungkan," ujar SBY.

Tampak hadir mendampingi SBY, antara lain, Menkominfo M. Nuh, Suryadharma Ali, Menag Maftuh Basyuni, serta Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. (mit)