Berita Utama
Rabu, 7 Mei 2008, 11:25:21 WIB
Presiden Buka Apconex 2008
Presiden SBY membuka The Asia Pacific Conference & Exhibition on Financial Transformation (Apconex) 2008, di Jakarta Convention Centre, Rabu (7/5) pagi.(foto:anung/presidensby.info)
Dalam laporannya, Ketua Umum Perbanas Sigit Pramono, mengatakan bahwa dalam tahun ke-4 penyelenggaraan Apconex sejak 2005 lalu telah terjadi peningkatan. Jumlah pembicara dari tahun 2005 sebanyak 25 orang, menjadi 60 orang tahun 2008 ini. Jumlah peserta pada tahun 2005 sebanyak 300 orang, menjadi 1000 tahun 2008. Negara partisipan sebanyak 8 negara pada tahun 2005, dan tahun ini menjadi 15 negara.
Sigit menjelaskan, Apconex 2008 mengangkat tema Towards a Less Cash Society, bertujuan untuk mengurangi transaksi dalam bentuk kertas, dan meningkatkan transaksi dalam bentuk elektronik serta digital. "Transaksi non cash lebih murah, tidak khawatir pemalsuan dan risiko kejahatan lainnya," ujar Sigit.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda Goeltom mengatakan, hasil survei membuktikan bahwa masyarakat Indonesia telah siap menjadi less cash society. "Sebanyak 64,5 persen masyarakat telah melakukan transaksi nontunai, 71 persen sudah menggunakan berbagai instrumen e-payment, dan 51 persen bank siap mengembangkan infrastruktur," kata Miranda.
Institusi nonperbankan, lanjut Miranda, juga telah tertarik untuk menggunakan e-payment, terutama perusahaan telekomunikasi, seperti Telkom, Telkomsel, dan Indosat. "Pembayaran nontunai berpengaruh positif terhadap makro ekonomi, efisiensi, dan rendah biaya transaksi. Melihat berbagai perkembangan dan hasil penelitian, perlu rambu-rambu dan panduan untuk menjaga keamanan, menyempurnakan infrastruktur,dan mensosialisasikan setiap kebijakan Bank Indonesia. Juga meminimalkan risiko sistem pembayaran, efisiensi, kesetaraan akses, prinsip perlindungan konsumen, dan transaski nontunai terhadap institusi penyelenggara," Miranda menambahkan.
Presiden SBY dalam sambutannya mendukung upaya menuju masyarakat yang berkurang penggunaan transaksi tunainya. "Saya dukung aplikasi IT dalam kegiatan perekonomian, transaksi tersebut faster, real time, efisien, safer, aman e-money, aman terhadap street crime, tapi juga mesti aman terhadap cyber crime," kata Presiden.
Hadir pula dalam acara ini, antara lain, Menko Perekonomian Boediono, Mendag Mari Elka Pangestu, Kepala Bappenas Paskah Suzetta, Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Seskab Sudi Silalahi, dan Gubernur DKI Fauzi Bowo. (nnf)



