Berita Utama

Presiden Menerima CMIIPA

Mereka Terkesan Reintegrasi di Aceh

Presiden SBY menyalami Martti Ahatisaari, Ketua Crisis Management Initiative and Interpeace Peacebuilding Alliance, di Kantor Presiden, Rabu (7/5) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY menyalami Martti Ahatisaari, Ketua Crisis Management Initiative and Interpeace Peacebuilding Alliance, di Kantor Presiden, Rabu (7/5) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada Rabu (7/5) siang, menerima kunjungan kehormatan dari beberapa anggota yang tergabung di dalam Crisis Management Initiative and Interpeace Peacebuilding Alliance (CMIIPA), di Kantor Presiden. Mereka menyatakan puas dengan proses perdamaian dan reintegrasi di Aceh.

"Mereka terkesan dengan program Learn and Match, dimana kita menggunakan sistem pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan di Aceh," Mensesneg Hatta Rajasa, yang didampingi Jubir Presiden, Dino Patti Djalal, menjelaskan kepada wartawan seusai pertemuan. Hatta menambahkan, semua proses yang telah dicapai hingga saat ini sesuai MoU Helsinki. "Hal ini adalah sesuatu yang sangat menggembirakan," ujar Hatta.

Di dalam pertemuan tersebut, SBY menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia akan terus menjaga proses reintegrasi di Aceh. "Peran dan bantuan dari World Bank dan beberapa negara donor juga sangat membantu di dalam proses pembangunan di Aceh," kata Hatta.

Anggota delegasi Crisis Management Initiative and Interpeace Peacebuilding Alliance yang datang, antara lain, Ketua Martti Ahtisaari, Duta Besar Finlandia untuk Republik Indonesia Antti Koistinen, Manajer Program CMI Sami Lahdensui, Direktur Interpeace Juha Christensen, Penasehat Senior Interpeace Robert Hygrell, Country Director World Bank Joachim von Amsberg serta Pawan Patil.

Sedangkan Presiden SBY didampingi oleh Menko Polhukam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Mendagri Mardiyanto, Menhukham Andi Mattalatta, Mendiknas Bambang Soedibyo serta Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal. (mit)