Berita Utama

Presiden Hadiri Hari Malaria Sedunia dan Resmikan Public Wing RSCM

Presiden SBY dan Ibu Ani memeriksa selambu yang dibagikan ke masyarakat untuk menghindari nyamuk, pada peringatan Hari Malaria Sedunia, di RSCM, hari  Kamis (8/5). (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani memeriksa selambu yang dibagikan ke masyarakat untuk menghindari nyamuk, pada peringatan Hari Malaria Sedunia, di RSCM, hari Kamis (8/5). (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi oleh Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono, menghadiri peringatan Hari Malaria Sedunia (HMS) ke-1 yang jatuh pada 25 April, sekaligus meresmikan Gedung Rawat Inap Terpadu (Public Wing) Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RUSPN) Dr.Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Kamis (8/4) pagi.

Menteri Kesehatan Siti Fadillah Soepari dalam laporannya mengatakan, upaya pengendalian Malaria di Indonesia sudah dilaksanakan sejak tahun 1959. Dari 576 kabupaten/kota di Indonesia, 424 kabupaten/kota (73,6 persen) diantaranya endemis Malaria dan sekitar 45 persen penduduk Indonesia berisiko tertular Malaria. Peringatan HMS, kata Menkes, merupakan komitmen global dan untuk Indonesia diperingati dengan tema "Ayo Berantas Malaria".

Pada kesempatan ini, Presiden SBY menyerahkan secara simbolis kelambu berinsektisida dan obat antimalaria kepada tujuh gubernur dari daerah endemis Malaria, yaitu Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sumut, NAD, dan NTT. Presiden juga menandatangani perangko Hari Pertama HMS serta memberikan penghargaan kepada Gubernur DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan DIY atas prestasi dalam pengendalian Malaria di wilayahnya.

Untuk melindungi ibu hamil dan balita, pemerintah membagikan 2.196.000 kelambu berinsektisida, sumbangan dari Global Fund. Selain membagikan kelambu, penanggulangan penyakit Malaria juga dilakukan melalui kegiatan deteksi dan penanganan dini, penyediaan sarana diagnosis, penyediaan obat antimalaria gratis bagi keluarga kurang mampu, dan mengendalikan perkembangan vektor.

Presiden SBY sekaligus meresmikan Gedung Rawat Inap Terpadu A (Public Wing) RSCM. Gedung ini merupakan integrasi 9 bagian di RSCM, yaitu Kebidanan dan Kandungan, Bedah, Bedah Saraf, THT, Penyakit Dalam, Anestesi, Mata, Kulit dan Kelamin, dan Geriatri. Bangunan terdiri dari 8 lantai, 169 kamar rawat, dengan total kapasitas 900 tempat tidur. Hal ini menjadikan Public Wing sebagai unit rawat inap terbesar di Indonesia. Pembangunan Public Wing menggunakan APBN tahun 2006 dan 2007 sebesar Rp 109 miliar dan dana PBNP-BLU RSCM sebesar Rp 14 miliar.

Hadir pada acara ini, antara lain, Menteri PDT Lukman Edi, Menteri Kelautan Freddy Numberi, Menteri Pemberdayaan Perempuan Meuthia Hatta, Gubernur DKI Fauzi Bowo, Gubernur Jawa Tengah Ali Mufiz. (nnf)