Berita Utama

Presiden pada Hari Malaria Sedunia:

Malaria Adalah Masalah Global, Harus Ada Kerjasama Global

Presiden SBY menyerahkan bantuan kepada gubernur, walikota/bupati  pada peringatan Hari Malaria Sedunia, di RSCM, hari  Kamis (8/5). (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menyerahkan bantuan kepada gubernur, walikota/bupati pada peringatan Hari Malaria Sedunia, di RSCM, hari Kamis (8/5). (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Malaria adalah masalah global. Karena itu diperlukan komitmen dan kerjasama global, kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutan pada peringatan Hari Malasria Sedunia (HMS), di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Kamis (8/4) pagi.

"Kita mengetahui bahwa malaria disebut re-emerging disease, penyakit yang tiba-tiba mengalami peningkatan, dan itu terjadi di 105 negara. Penderita 300 -500 juta, cukup besar dari penduduk bumi yang berkisar 6,4 miliar. Tiap tahun meninggal 1 juta, jumlah yang cukup besar sama dengan sepertiga penduduk Singapura. Enam persen diantaranya berada di Asia Selatan dan Asia Tenggara, dan Indonesia menjadi bagian dari enam persen itu, daro total penderita malaria sedunia," kata Presiden dalam sambutan peringatan hari Malaria di RSCM, Kamis (8/4).

Presiden menjelaskan, penyakit malaria yang tiba-tiba muncul kembali dan naik karena faktor perubahan iklim, yang menyebabkan malaria bisa berkembang biak dengan cepat. "Oleh karena itu kita bergembira bahwa dunia bersepakat untuk menuntaskan pemberantasan penyakit malaria ini secara terpadu dan sungguh-sungguh, bahkan telah dijadikan salah satu sasaran dalam Millenium Development Goals yang, insya Allah, tahun 2015 bisa kita capai," ujar Presiden.

Tema Hari Malaria tahun ini yaitu Ayo Berantas Malaria dengan sub tema Kelambu Terpasang, Tidur Tenang, Malaria Hilang. Presiden meminta para gubernur yang sudah menerima kelambu untuk segera mendistribusikan kepada masyarakat di daerahnya. Jumlah bantuan sebanyak 2.196.620 kelambu dan 127.000 paket obat malaria.

"Saya kira kalau segera dipakai akan menolong banyak. Saya dan istri, baik di Cikeas maupun di Istana, juga pakai kelambu. Meskipun Jakarta sudah dinyatakan bebas malaria, tetapi saya patuh pada anjuran supaya lebih aman lagi. Silakan dicek kalau tidak percaya," kata Presiden, yang disambut tawa hadirin.

Presiden menilai penanggulangan malaria di Indonesia sudah semakin baik dari tahun ke tahun. Dalam 3 tahun terakhir, menurut catatan Departemen Kesehatan, kematian akibat malaria terus menurun. Tahun 2005 jumlahnya 0,92 persen, tahun 2006 berkurang menjadi 0,42 persen, dan tahun 2007 menjadi 0,2 persen. "Namun jangan cepat berpuas diri. Harus dilaksanakan terus lebih gigih lagi untuk menjadi nol persen. Kita harus punya keyakinan dengan kerja keras kita bisa untuk kita bikin nol persen," Presiden menegaskan.

Pada kesempatan itu, Presiden menginstruksikan jajaran Depkes untuk melakukan tiga hal. Pertama, tingkatkan pendidikan, edukasi, sosialisasi, dana, advokasi kepada masyarakat luas, agar semakin sadar dan waspada terhadap penyakit malaria. "Kedua, tingkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas sendiri, termasuk melakukan perawatan dan menggunakan obat-obatan. Ketiga, peliharalah lingkungan yang bersih dan sehat di setiap wilayah," kata Presiden.

Hadir pada acara ini, antara lain, Menteri Kesehatan Sitti Fadillah Soepari, Menteri PDT Lukman Edi, Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, Menteri Pemberdayaan Perempuan Meuthia Hatta, Gubernur DKI Fauzi Bowo, Gubernur Jawa Tengah Ali Mufiz. (nnf)