Berita Utama
Kamis, 8 Mei 2008, 12:10:07 WIB
Presiden Resmikan Gedung Rawat Inap Terpadu:
Pembangunan Terbukti Nyata, Bukan Wacana
Presiden SBY menyampaikan sambutan pada peringatan Hari Malaria Sedunia, di RSCM, hari Kamis (8/5). (foto: abror/presidensby.info)
"Ada yang menulis buku dan mengatakan bahwa pemerintah atau SBY ini hanya angin. Saya kira gedung ini bukan angin. Tapi ndak apa-apa, dalam demokrasi semua bebas menyampaikan pikiran dan pendapatnya. Mari kita buktikan dan menjadi suatu yang konkrit dan bukan hanya angin atau wacana,"kata Presiden.
Jumlah Puskesmas, lanjut Presiden, tahun 2005 sebanyak 7669 unit, tahun 2007 jumlahnya 8114 unit. Posyandu tahun 2005 jumlahnya 228.659 unit, tahun 2007 meningkat 269.202 unit. Poskesdes tahun 2005 belum ada, tahun 2007 terdapat 33.910 unit. Pos kesehatan pesantren tahun 2005 belum ada, tahun 2007 terdapat 600 unit. "Saya ingin Puskesmas, Poskesdes, Puskestren dan fasilitas seperti itu terus kita tingkatkan sejalan dengan pembangunan rumah sakit yang lebih bertaraf internasional layanannya, termasuk yang diresmikan hari ini,"kata Presiden.
Presiden meminta kepada direktur utama RSCM dan jajarannya untuk menjadikan RSCM sebagai salah satu centre of excellence. "Saya yakin bisa untuk makin ditingkatkan kehandalan dari rumah sakit ini. Kita kenal rumah sakit ini memiliki tiga wilayah, yang dilaksanakan dengan baik. Pertama pelayanan, bikin pelayanan di rumah sakit ini pelayanan terbaik. Kedua, pendidikan yang efektif. Saya melihat foto-foto yang memperlihatkan rumah sakit ini tempat kuliah,jangan diabaikan. Pendidikan seperti ini akan efektif karena langsung melihat realitas, mengenali keadaan, berpikir bagaimana menemukan cara-cara perawatan yang lebih tepat. Ketiga, keunggulan rumah sakit ini di bidang penelitian kesehatan dan kedokteran. Kalau ketiganya terus dilakukan maka rumah sakit ini akan benar-benar menjadi world class hospital dan centre of excellence," kata Presiden. (nnf)



