Berita Utama

Presiden Tinjau Pembangunan Jembatan Suramadu

Tahun Depan Diharap Telah Selesai

Presiden SBY dan Ibu Ani meninjau pembangunan Jembatan Suramadu dari atas KRI dr. Soeharso 990, di Selat Madura, hari Senin (12/5) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani meninjau pembangunan Jembatan Suramadu dari atas KRI dr. Soeharso 990, di Selat Madura, hari Senin (12/5) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Surabaya: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara dan beberapa menteri, hari Senin (12/5) siang meninjau proyek pembangunan jembatan Suramadu, yang membentang di selat Madura dari Surabaya ke wilayah Kabupaten Bangkalan di Madura. Dengan menggunakan kapal KRI dr. Soeharso 990 yang bertolak dari Pangkalan Armatim, Presiden dan rombongan menyaksikan bentangan jembatan Suramadu yang tinggal menyisakan bagian tengahnya saja.

Kata Presiden, “Awal tahun lalu, setelah mengevaluasi pelaksanaan pembangunan yang mengalami hambatan, saya dan para pejabat terkait mengambil satu keputusan dan langkah-langkah kongkrit untuk memastikan bahwa pembangunan jembatan ini tepat waktu, tentunya dengan kualitas yang baik,” kata Presiden didampingi Menteri PU Djoko Kirmanto, Gubernur Jatim Imam Utomo, Bupati Bangkalan Fuad Amin serta Jubir Presiden, Andi Mallarangeng.

Ditambahkan, “Waktu itu ada persoalan pendanaan baik yang dikeluarkan dari kita sendiri maupun pinjaman lunak dari Republik Rakyat Tiongkok, yang kemudian kita satukan untuk betul-betul tidak menghambat pembangunan jembatan ini. Kemudian, kita dapat melakukan akselerasi untuk memenuhi time line atau kerangka waktu yang kita tetapkan,” jelas Presiden.

“Hari ini, saya mendapat briefing dari Menteri Pekerjaan Umum serta menerima penjelasan dari Gubernur Jatim dan Bupati Bangkalan tentang proses pembangunan, yang Insya Allah kurang lebih pada bulan Mei tahun depan diharapkan telah selesai. Dengan demikian jembatannya, harapan kita, sudah bisa digunakan,” kata Presiden.

Tapi ingat, lanjut SBY, “Jembatan ini akan memiliki nilai, fungsi dan arti yang lebih besar lagi, apabila kedua wilayah ini baik di sisi Madura maupun sisi Surabaya bisa dikembangkan. Apabila kedua wilayah dikembangkan menjadi grow centre, maka jembatan ini akan menjadi penyambung dari pertumbuhan di kedua wilayah ini, yang justru menyatu dan menjadi lebih luas lagi,” kata Presiden.

“Ada masalah pembebasan tanah yang saya terima tadi, di sisi Surabaya kurang dari 1 persen, sedang di sisi Madura sekitar 3 persen. Saya menghimbau saudara-saudara kita yang masih belum menyelesaikan kerjasama ini untuk kepentingan publik, maka dengan niat yang baik, masalah itu hendaknya bisa sama-sama kita selesaikan.karena pihak pemerintahpun menyadari bahwa pendekatan yang kita lakukan pada saudara-saudara kita itu adalah pendekatan yang konstrukstif,” kata Presiden.

Mengakhiri keterangan persnya di atas KRI dr. Soeharso 990, Presiden mengatakan, sekali lagi kita berharap jembatan Suramadu ini sudah bisa kita gunakan. Tidak usah menunggu tahun depan, baik saudara Bupati Bangkalan, Walikota Surabaya dan Gubernur Jawa Timur dan pihak-pihak terkait agar bisa betul-betul menjemput untuk rakyat, bukan untuk pihak-pihak lain. Menjemput untuk mengembangkan kedua wilayah ini,” kata Presiden SBY. (nas)