Berita Utama
Senin, 12 Mei 2008, 13:38:45 WIB
Hari Pendidikan Nasional
Presiden: Menjadi Bangsa Maju Bukan Mimpi Belaka
Presiden SBY menyematkan tanda kehormatan kepada siswa berprestasi, pada acara Hardiknas di Kampus Unair Surabaya, hari Senin (12/5) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Menurut Mendiknas Bambang Sudibyo, puncak peringatan Hardiknas tahun ini sengaja diadakan di Surabaya sebagai penghargaan karena masyarakat Jawa Timur telah meraih prestasi dalam pemberantasan buta huruf serta banyak memperoleh penghargaan dalam bidang pendidikan.
Dalam Sambutannya, secara khusus Presiden SBY menyampaikan hormat dan penghargaan kepada para guru yang selama ini bertugas di daerah terpencil, di pulau terdepan, di perbatasan dan daerah tertinggal, termasuk para camat dan kepala desa. “Mereka adalah pahlawan, dan pejuang-pejuang pendidikan yang sejati,” kata Presiden.
Hardiknas tahun 2008 ini mengambil tema Hardiknas Sebagai Bagian dari Peringatan Satu Abad Kebangkitan Bangsa. “Saya nilai pemilihan tema ini tepat dan benar, serta relevan dengan semangat bangsa yang terus membangun hari esok yang lebih baik,” kata Presiden.
Menurut Presiden, kalau kita hendak menjadi bangsa yang maju, maka kita harus memiliki lapisan anak bangsa yang memiliki keunggulan dan daya saing yang tinggi. Mengapa? “Kebijakan dasar kita di bidang pendidikan, grand policy kita adalah, kita merasakan pendikan bagi semua putra putri bangsa, tanpa kecuali, termasuk mereka yang tidak mampu, agar memiliki kemampuan pangkal, bisa memilih profesi dan menjalani kehidupannya untuk hidup dengan layak. Ini adalah persoalan keadilan. Pendidikan bagi semua,” jelas Presiden.
Selanjutnya, kata Presiden, agar Indonesia benar-benar menjadi bangsa yang maju, maka sekali lagi kita memerlukan satu lapisan anak bangsa yang memiliki keunggulan agar bisa menarik bangsa kita untuk membangun masyarakat berpengetahuan. “Menjadi bangsa yang maju pada abad 21 ini, bukan hanya mimpi belaka tetapi merupakan tujuan yang dapat kita wijudkan bersama. Kita jangan menjadi bangsa yang lunak terhadap diri kita sendiri. Bangsa yang lunak terhadap dirinya termasuk dalam dunia pendidikan, tidak akan pernah berhasil menjadibangsa yang maju, “ kata Presiden.



