Berita Utama

Jawaban SBY Terhadap Usulan BEM Unair

Presiden SBY menyampaikan sambutan pada acara puncak peringatan Hardiknas di Kampus Unair Surabaya, hari Senin (12/5) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY menyampaikan sambutan pada acara puncak peringatan Hardiknas di Kampus Unair Surabaya, hari Senin (12/5) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Surabaya: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelum mengakhiri sambutannya pada puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kampus C Ruang Rektorat Universitas Airlangga, Surabaya hari Senin (12/5) pagi mengatakan, dirinya tadi malam telah menerima dokumen atau usulan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga, yang ditandatangani oleh Adri Suyanto, yang berjudul Dari Mahasiswa untuk Solusi Permsalahan Bangsa.

“Proporsal itu saya baca dengan seksama sebanyak dua kali. Atas usulan itu, maka saya menangkap semangat dan ketulusan mahasiswa untukmengkritisi kehidupan negaranya, termasuk untukmenyampaikan gagasan dan solusi. Dalam pengantarnya bahkan disebutkan, mahasiswa tidak ingin terjebak dalam politik partisan, kecuali mengangkat idealisme menyuarakan kepentingan yang berlaku bagi seluruh rakyat dan bangsa Indonensia,” kata Presiden membacakan pengantar proporsal dari BEM Unair itu.

“Saya berikan penghargaan terhadap BEM Unair, yang konon juga menjadi pikiran BEM perguruan-perguruan tinggi yang lain. Dalam pokok-pokok pikiran itu ada 7 isu yang diangkat, yang semuanya saya anggap permasalahan penting, dan sesungguhnya ketujuhnya itu menjadi agenda dan langkah-langkah pemerintah dan non pemerintah utnuk mengatasinya,” jelas SBY.

Ketujuh isu yang diangkat itu, jelas SBY, adalah BEM Unair ingin agar aset-aset strategis berupa sumber daya alam, tambang, energi dan sebagainya betul-betul dikelola dengan baik untuk sebesar-besar kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia. “Itulah sebabnya kita menertibkan apa yang sedang kita kelola ini. Tentu ada perjanjian-perjanjian dan kontrak-kontrak yang telah terjadi puluhan tahun lalu. Manakala semua itu masih cocok tentu harus kita lanjutkan. Kalau ada yang tidak adil, harus kita lihat bersama-sama bagaimana lebih adil lagi. Yang jelas, mulai sekarang ke depan, pemberantasan korupsi, penegakan hukum dan keadilan, kita jalankan dengan benar,” kata SBY.

Isu ketiga adalah masalah pendidikan dan kesehatan agar terus dilakukan makin berkualitas dan makin terjangkau. “Ini juga menjadi agenda pemerintah. Isu yang keempat adalah pangan dan energi. Saya setuju 100 persen, dan itu yang sedang kita jalankan dengan meningkatkan ketahanan energi dan meningkatkan produksi pangan, mengingat keadaan dunia sering tidak bersahabat sebagaimana sering kita alami,” lanjut Presiden.

Kemudian dikatakan dalam isu kelima, hendaknya kebutuhan pokok rakyat bisa dipenuhi, termasuk harga yang terjangkau. “Itulah yang kita lakukan ketika harga pangan dan minyak meroket, bagaimana kita mencari solusi agar bahan-bahan pokok itu tetap ada dalam persediaan dan harganya bisa dijangkau. Kebijakan stabilitasi harga yang dilakukan pemerintah dengan mengeluarkan dana bertrilyun-trilyun rupiah, tujuannya tidak lain harga itu, meskipun harga-harga di dunia menggila, kita tidak mendapatkan beban yang terlalu berat,” kata Presiden.

Isu keenam adalah reformasi birokrasi dan pemberantasan mafia peradilan. “Saya setuju. Mari kita jalankan, dan ini berlaku bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, berlaku bagi lembaga eksekutif, yudikatif dan lembaga-lembaga yang lain. Dan isu terakhir adalah masalah lingkungan. Sudah saya sampaikan berkali-kali, mari kita selamatkan lingkungan. Indonesia dahulu, baru bersama-sama kita selamatkan dunia. Mari kita hijaukan, cegah penggundulan hutan, berantas illegal loging dan berbagai tindakan yang merusak lingkungan hidup kita. Itu semua untuk generasi yang akan datang, untuk anak cucu kita, untuk masa depan Indonesia yang sama-sama kita cintai,” kata Presiden.

“Saya sudah merespon ketujuh isu itu. Teruskan mahasiswa untuk terus berkontribusi, memberikan pandangan-pandangan yang kritis, apalagi dengan solusi seperti itu. Dan tetaplah bersikap non partisan, pertahankan idealisme, dan tidak perlu terjebak dalam politik kekuasaan sebagaimana yang tercantum dalam proporsal yang saya terima itu,” kata Presiden SBY, yang secara khusus merespon proporsal dari BEM Unair. (nas)