Berita Utama

HUT Harian Rakyat Merdeka

SBY: Pers Perlu Self Censoring dan Self Controlling

Presiden SBY menyampaikan sambutan pada acara HUT Harian Rakyat Merdeka, Jumat (16/5) malam, di Hotel Mulia, Jakarta. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY menyampaikan sambutan pada acara HUT Harian Rakyat Merdeka, Jumat (16/5) malam, di Hotel Mulia, Jakarta. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono, hari Jumat (16/5) petang menghadiri acara HUT ke-9 harian Rakyat Merdeka, di Grand Ballroom Hotel Mulia.Perayaan HUT harian itu mengangkat tema Sembilan Tahun Rakyat Merdeka, Seratus Tahun Kebangkitan Nasional. Korupsi, No!.

Pada sambutannya SBY menyerukan kepada seluruh pers nasional agar dapat membangun budaya self censoring dan self controlling. "Karena, masa dimana pemerintah mengontrol kebebbasan pers itu, sudah lama berakhir. Dan kebebasan pers saat ini yang harus kita pertahankan sebagai bagian dari pemekaran demokrasi," ujar SBY.

Dikatakan, pemerintah Indonesia ingin mencegah dan memberantas korupsi dengan efektif. Namun, pemberantasan korupsi sampai ke akarnya tersebut membutuhkan waktu dari 15 hingga 20 tahun. "Tidak usah kita pergunjingkan berapa tahun yang diperlukan untuk memberantas korupsi, yang penting kita lakukan. Tidak semua orang merasa nyaman dengan proses ini. Selalu ada rintangan dan perlawanan. Namun pemberantasan korupsi akan terus dilanjutkan. The show must go on," tegas SBY. Oleh karena itu, presiden mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bekerja sama dalam memberantas dan mencegah korupsi

Malam itu, seluruh undangan dihibur dengan pagelaran seni parodi Rakyatvaganza yang menceritakan tentang penangkapan serta proses penyidangan koruptor-koruptor di Indonesia. Tukul Arwana, Indy Barends , Sogi, Indra Bekti serta Indra Birowo menjadi pemain utama di dalam pagelaran tersebut. Sebelumnya tampil Kangen Band, yang berjudul memainkan lagu berjudul Lorong Berujung, sebagai lagu pembuka. Lirik lagu tersebut karya SBY, yang isinya mengingatkan kita untuk terus bersatu sebagai bangsa Indonesia.


Tampak hadir antara lain Ketua DPR Agung Laksono, Ketua MK Jimly Asshidiqi , Menkominfo M. Nuh, Mensesneg Hatta Rajasa, dan Menneg Pemberdayaan Perempuan Meuthia Hatta. (mit)